ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

BI NTT: Stabilitas Harga Terjaga, Inflasi 2,39 Persen Ekonomi NTT 2025 Tumbuh 5,14 Persen

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan
Tim forum SASANDO DIA BI NTT ( Istimewa )

KUPANG, fokusnusatenggara.com  —  Pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,14 persen (ctc), meningkat signifikan dibandingkan capaian 3,87 persen pada tahun 2024. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak pandemi Covid-19 melanda.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan pemulihan ekonomi daerah yang semakin kuat dan merata pasca pandemi.

“Pertumbuhan ekonomi NTT mencapai 5,14 persen (ctc), melonjak signifikan dibandingkan 3,87 persen pada tahun 2024 dan menjadi yang tertinggi sejak pandemi,” ungkap Adidoyo dalam forum SASANDO DIA di kantornya, Senin, 2 Maret 2026.

Baca Juga :  Gubernur NTT Ajak KSP Kopdit Swasti Sari bersama KopDes Merah Putih Saling Mendukung Dalam Pengembangan Ekonomi Masyarakat

Forum SASANDO DIA (Sante-Sante Duduk Ba Omong dengan Media) menjadi wadah strategis komunikasi kebijakan publik yang mempertemukan otoritas moneter dan fiskal, sektor jasa keuangan, pemerintah daerah serta insan pers.

Dalam kesempatan itu, Adidoyo juga menegaskan bahwa stabilitas harga di NTT tetap terjaga dengan baik. Inflasi sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar 2,39 persen dan masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional.

Baca Juga :  Bali, NTB dan NTT Bentuk Kerja Sama Regional untuk Masa Depan Timur Indonesia

“Stabilitas harga tetap terjaga dengan inflasi sebesar 2,39 persen dalam kisaran nasional,” jelasnya.

Menurutnya, capaian ini tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di berbagai kabupaten/kota.

Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas nilai rupiah, memperkuat peran TPID, serta memperluas digitalisasi sistem pembayaran di wilayah NTT.

Selain itu, pengembangan UMKM dan ekonomi inklusif juga menjadi fokus utama guna mendorong pertumbuhan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga :  Grand Opening Gerai “Sang Pisang” Milik Kaesang Di Kupang

Dari sisi Pemerintah Provinsi, Kepala Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Setda NTT, Selfi H. Nange, memaparkan arah kebijakan pembangunan 2026 yang berfokus pada penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Program One Village One Product (OVOP) dioptimalkan untuk mendorong produk unggulan desa agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Sementara itu, penguatan NTT Mart diarahkan sebagai platform perdagangan dan jaringan ritel daerah guna memperpendek rantai distribusi.

  • Bagikan