KUPANG, fokusnusatenggara.com — Ribuan warga memadati Gelanggang Olahraga (GOR) Oepoi, Kota Kupang, dalam gelaran Halal Festival dan Tabligh Akbar 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT pada Jumat (17/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026 yang mengusung tema “Menebar Kebaikan dalam Setiap Langkah, Menumbuhkan Ekonomi Syariah yang Berdaya.”
Sekitar 4.000 pengunjung hadir dalam kegiatan yang berlangsung tertib, lancar, dan kondusif tersebut. Antusiasme masyarakat menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menegaskan bahwa ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk dikembangkan di NTT sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.
Menurutnya, ekonomi syariah tidak terbatas pada kelompok atau agama tertentu, melainkan mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan kebermanfaatan bagi seluruh masyarakat.
“Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi NTT memiliki potensi besar untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini dapat dilakukan melalui penguatan rantai pasok halal secara menyeluruh, mulai dari sertifikasi halal bagi UMKM, sertifikasi juru sembelih halal, hingga mendorong talenta daerah dalam pengembangan tenun modest fashion,” jelas Adidoyo.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











