KUPANG, fokusnusatenggara.com — Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT) mendatangi Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) Senin 8 Juni 2026 mendatangio SPKT Polda NTT. Dipimpin Eurico Guteres selaku Ketua Umum FKPTT mereka berkonsultasi terkait beredarnya postingan akun media sosial (medsos) yang menuding oknum eks Timor-Timur memonopoli program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari hulu hingga hilir di NTT.
Eurico Guteres menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk melapor, melainkan meminta klarifikasi atas informasi yang dinilai berpotensi menyesatkan opini publik.
“Kami datang ke Polda untuk silaturahmi, berdiskusi, dan bertukar pikiran terkait isu-isu liar di media sosial (medsos), khususnya tudingan adanya mafia atau makelar yang memonopoli program MBG dari hulu sampai hilir di NTT, yang diarahkan kepada oknum eks Timor-Timur,” ujarnya.
Menurut Eurico, penggunaan istilah “oknum” tanpa menyebut identitas jelas justru berbahaya karena dapat menggiring opini publik seolah-olah seluruh komunitas eks Timor-Timur terlibat dalam praktik tersebut.
“Kalau terus dibiarkan, opini akan terbentuk seakan-akan benar bahwa program MBG dikuasai oleh eks Timor-Timur. Ini bisa memicu kebencian terhadap kami. Kami tidak ingin itu terjadi,” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan logika tudingan tersebut yang seolah menafikan peran pemerintah daerah hingga aparat di tingkat bawah. “Kalau memang benar ada monopoli sampai ke desa-desa, lalu di mana posisi gubernur, bupati/walikota, hingga aparat di lapangan? Ini kan tidak masuk akal,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











