ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pangkas Program yang Tidak Berdampak, Gubernur NTT Minta Tim Peneliti Review Program Perangkat Daerah

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Pangkas Program yang Tidak Berdampak, Gubernur NTT Minta Tim Peneliti Review Program Perangkat Daerah ( Istimewa)

KUPANG, fokusnusatenggara.com  —  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt., meminta tim peneliti mereview program-program Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Program yang tidak berdampak bagi masyarakat akan dipangkas.

Pemangkasan program ini akan dilakukan, karena efek Situasi global akibat perang antara Iran dan Israel yang diprediksi akan berdampak pada pada sektor ekonomi, APBN, APBD 1 dan APBD 2 serta titik ekonomi mikro di berbagai daerah di Indonesia, dan wacana pemerintah pusat untuk memberlakukan satu hari Work From Home (WFH) untuk menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hal ini disampaikan dalam rapat bersama Tim Peneliti, terkait tindak lanjut hasil kajian para peneliti terkait 10 Dasa Cita Ayo Bangun NTT dan Program Pemerintah Pusat yang dilaksanakan di NTT yang dilakukan secara virtual pada Selasa, 24 Maret 2026.

Baca Juga :  Buka Turnamen Olahraga di SMA Katolik Frateran Ndao, Gubernur NTT Harapkan Ada Bibit Atlet PON XXII

Gubernur Melki menyampaikan metode CIPP (Context, Input, Process, dan Product) yang dipakai tim peneliti untuk mengkaji  Dasa Cita pertama merupakan gambaran kecil dari keseluruhan program.

“Hasil ini saya coba pelajari, saya dan Bapak Wakil Gubernur akan bahas baik dengan tim percepatan, maupun dengan masing-masing OPD, saya minta agar mengevaluasi atau mereview program mereka sesuai dengan metode CIPP yang sudah dibuat oleh tim peneliti,” ujarnya.

Baca Juga :  Pasarkan Garam Nataga Dan Oasa, MDT Keliling Flores

Gubernur menegaskan daerah harus menyesuaikan dengan kondisi terkini pemerintah pusat.

“Kita harus menyesuaikan diri dengan kondisi Republik yang saya lihat, sebentar lagi mungkin habis Lebaran atau Paskah nampaknya Pemerintah Pusat akan melakukan proses penyesuaian belanja dan postur anggaran. Nampaknya kalau perang ini terus berlanjut, semua asumsi APBN pasti berubah. Berbagai parameter makro ekonomi kita pasti berubah otomatis akan mempengaruhi belanja APBN termasuk APBD Provinsi dan Kabupaten. Kita harus mempersiapkan kemungkinan penyesuaian dari perubahan indikator makro ekonomi,” jelasnya.

Baca Juga :  Taspen Dukung Ekonomi Rakyat: Wakil Wali Kota dan Ketua DPRD Kupang Hadiri Kunjungan Komisaris di Taman Nostalgia

Jika hal ini terjadi lanjutnya, ruang fiskal akan semakin menyempit dan pemerintah akan merasionalisasikan program OPD yang tidak berdampak bagi masyarakat.

“Kalau ini terjadi berarti kita punya ruang fiskal bukan cuma menyempit, tetapi kita mesti mereview program-program pemerintah yang sudah disetujui bersama DPRD Provinsi NTT dan itu saya pastikan akan memangkas program-program yang tidak memiliki dampak bagi masyarakat, kita stop dan akan saya coret karena tidak punya dampak langsung yang besar terhadap pembangunan di NTT serta untuk Gaji dan TPP ASN tetap kita anggarkan” tegasnya.

  • Bagikan