Ia pun mengaku sering kali harus turun tangan sendiri untuk memperbaiki laporan yang bermasalah. “Sampai saat ini saya pusing telpon orang untuk perbaiki laporan, tapi tidak ada respon. Ini berulang-ulang jadi masalah. Bahkan ada guru yang sekarang berurusan dengan hukum karena hal ini,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Di akhir penyampaiannya, Oktovianus mengajak para peserta sosialisasi agar benar-benar mendengarkan dengan baik dan menerapkan hasil kegiatan di sekolah masing-masing. “Kita minta bapak ibu guru supaya dengar baik-baik, agar nanti pulang bisa diterapkan dengan baik di sekolah,” katanya menutup dengan penuh penekanan.
Sosialisasi dua hari tersebut menjadi momentum penting bagi satuan pendidikan di Kota Kupang untuk memperkuat pemahaman dan tanggung jawab dalam pengelolaan dana pendidikan.
Bagi Oktovianus Naitboho, sosialisasi semacam ini bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi sebuah panggilan moral untuk memastikan setiap rupiah dana pendidikan digunakan dengan benar demi masa depan generasi muda Kota Kupang.
Ini dana dikelola secara terbuka dan mengakomodir aspirasi pemangku kepentingan sesuai dengan kebutuhan Satuan Pendidikan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











