ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Baksos HUT Bhayangkara ke-80, Ditpolairud Polda NTT Tempuh 147 Kilometer Antar Jenazah Warga Kurang Mampu ke Kuanfatu

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Jenasah
Baksos kemanusiaan Bhayangkara ke-80, Ditpolairud Polda NTT Tempuh 147 Kilometer Antar Jenazah Warga Kurang Mampu ke Kuanfatu ( Ist )

KUPANG, fokusnusatenggara.com  —   Duka yang menyelimuti keluarga almarhumah Nonia Nuban (58) di Desa Bolok, Kabupaten Kupang, berubah menjadi haru ketika anggota Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur hadir memberikan bantuan yang tak pernah mereka bayangkan.

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Polri mengambil peran kemanusiaan dengan mengantarkan jenazah almarhumah ke kampung halamannya di Desa Basmuti, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang berjarak sekitar 147 kilometer dari tempat tinggalnya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari bakti sosial menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 sekaligus wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Baca Juga :  Personel Kapal Patroli Polairud Polda NTT Bersihkan Laut dan Bagi Bendera Merah Putih di Pesisir Wuring

Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution, menjelaskan bahwa bantuan tersebut diberikan setelah personel Polisi RW Ditpolairud menerima informasi dari warga terkait kondisi keluarga yang tidak memiliki kemampuan untuk membiayai transportasi jenazah menuju kampung halaman.

“Ketika kami menerima informasi bahwa keluarga mengalami kesulitan ekonomi dan tidak mampu membawa jenazah almarhumah ke tempat pemakaman di kampung halamannya, kami langsung mengambil langkah cepat. Ini merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan sekaligus bakti sosial Polri dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80,” ujar Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution.

Baca Juga :  Humanis! Kapolda NTT Berbagi Tali Asih Saat Resmikan Pospol Umbu Ratu Nggay Barat

Sebelum proses keberangkatan dilakukan, personel Ditpolairud terlebih dahulu memastikan seluruh dokumen administrasi dan surat keterangan kematian telah lengkap. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak keluarga dan pemerintah desa agar proses pemakaman dapat berlangsung dengan baik setelah jenazah tiba di Kabupaten TTS.

Menggunakan ambulans milik Ditpolairud Polda NTT, perjalanan panjang pun dimulai. Bagi personel yang bertugas, perjalanan tersebut bukan sekadar mengantar jenazah, melainkan bentuk penghormatan terakhir kepada seorang ibu yang ingin kembali ke tanah kelahirannya untuk dimakamkan bersama keluarga besarnya.

Baca Juga :  Hujan Duka Bulan Juni

Di sepanjang perjalanan, rasa empati menjadi penggerak utama. Sebab bagi keluarga almarhumah, bantuan tersebut sangat berarti dan meringankan beban yang sedang mereka hadapi di tengah suasana duka.

  • Bagikan