KUPANG, fokusNusaTenggara.com — Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, menimbulkan dampak luas di tujuh kabupaten. Wilayah terdampak meliputi Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Manggarai Barat, dan Sikka.
Hingga hari kedua pascagempa, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 55 orang, sementara 110 orang lainnya mengalami luka-luka. Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan rumah dan fasilitas lainnya di sejumlah wilayah terdampak.
Polda NTT mencatat jumlah warga yang mengungsi dari tujuh kabupaten terdampak mencapai 7.670 orang. Ribuan warga tersebut kini ditampung di puluhan lokasi pengungsian yang disiapkan pemerintah dan aparat gabungan.
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengatakan, para pengungsi saat ini tersebar di 38 camp atau tenda pengungsian. Sebagian warga lainnya memilih mendirikan tenda secara mandiri maupun menumpang di rumah keluarga.
“Data Polda NTT saat ini jumlah warga mengungsi 7.670 orang, masih dinamis. Itu dari tujuh kabupaten terdampak. Jumlah camp yang dibangun 38 camp,” ujar Rudi dalam konferensi pers di Mapolda NTT, Minggu (16/8/2026) malam.
Rudi mengatakan, Polri terus mempercepat penanganan bencana dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah, BNPB, TNI, dan instansi terkait. Ia juga turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak untuk memastikan proses evakuasi dan pelayanan kepada masyarakat berjalan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











