ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Sumur Bor JIAT Dorong Produktivitas Petani Kota Kupang, Panen Tak Lagi Bergantung Musim

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
alak
Lahan pertanian Petani Alak memanfaatkan Jaringan Irigasi Air Tanah bantuan Kementerian PU di Kupang (Istimewa )

Fasilitas JIAT juga didukung rumah pompa, sumur bor, panel tenaga surya serta jaringan listrik PLN sehingga operasional penyediaan air dapat berjalan lebih optimal.

Ketua Kelompok Tani Long Stone, Mikael, mengakui keberadaan JIAT membawa perubahan nyata terhadap aktivitas bertani di wilayahnya. Pasokan air yang tersedia sepanjang tahun membuat petani mampu meningkatkan intensitas tanam.

“Sebelumnya kami hanya panen padi satu kali dalam setahun. Sekarang sudah bisa dua kali panen dan bahkan sedang mempersiapkan musim tanam berikutnya karena air tersedia terus,” ungkap Mikael.

Baca Juga :  Harus Dorong Produk SMK Masuk Pasaran.

Menurutnya, air dari sumur bor juga dimanfaatkan untuk mengembangkan lahan hortikultura. Tanaman seperti sawi, cabai rawit dan tomat kini menjadi sumber tambahan pendapatan bagi anggota kelompok tani.

“Cabai misalnya, setiap minggu kami bisa memanen sekitar 60 kilogram. Selama satu musim hasilnya dipasarkan ke sejumlah pasar di Kota Kupang. Ini sangat membantu meningkatkan penghasilan petani,” katanya.

Baca Juga :  Jelang RUPS Bank NTT, Direksi Diminta Jujur Laporkan Kinerja

Mikael berharap dukungan pemerintah melalui Program JIAT terus berlanjut sehingga areal tanam yang saat ini baru dimanfaatkan kurang dari dua hektare dari total sekitar tujuh hektare dapat dikembangkan secara maksimal.

Menurutnya, semakin luas lahan yang terairi, semakin besar pula kontribusi petani terhadap penguatan ketahanan pangan di Kota Kupang maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca Juga :  Gubernur Tekankan Integritas dan Kinerja untuk Pengurus Baru Bank NTT

 

  • Bagikan