ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Sensus Ekonomi 2026 Segera Berakhir, BPS NTT: Data Lengkap Jadi Kunci Kebijakan Tepat Sasaran

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
bps
Statistisi Ahli Madya BPS NTT, Indra, Data Lengkap Jadi Kunci Kebijakan Tepat Sasaran se 2026 ( Antonius)

KUPANG, fokusNusaTenggara.com  —  Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mempercepat pendataan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan berakhir pada 31 Agustus 2026. Pendataan ini dilakukan untuk memotret secara menyeluruh kondisi dan aktivitas ekonomi masyarakat di NTT.

Statistisi Ahli Madya BPS NTT, Indra Achmad Sofian Souri, SST., M.Si., mengatakan SE2026 merupakan bagian dari upaya negara menyediakan data yang akurat dan lengkap mengenai aktivitas ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikannya kepada wartawan di Kantor BPS NTT, Rabu (19/8/2026).

Menurut Indra, pendataan SE2026 berlangsung sekitar dua setengah bulan. Karena keterbatasan jumlah pegawai, BPS melibatkan mitra statistik untuk membantu petugas melakukan pendataan di lapangan.

Baca Juga :  PLN Percepat Listrik Desa di Manggarai Timur, Kolaborasi dengan KPH Jadi Kunci Proyek

Indra menegaskan, kelengkapan data menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah kebijakan ekonomi. Pemerintah membutuhkan gambaran yang utuh mengenai berbagai kegiatan usaha yang berlangsung di tengah masyarakat.

“Pesan kuncinya, kita tidak bisa membangun ekonomi yang tepat sasaran dengan peta ekonomi yang tidak lengkap,” ujar Indra.

Melalui SE2026, kata dia, pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai jumlah dan lokasi usaha, jenis usaha yang berkembang, serta karakteristik pelaku usaha mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha berskala besar.

Baca Juga :  Luar Biasa ! Ekspor Nusa Tenggara Timur Desember 2024 Tembus US$ 73,7 Juta, Naik 1.161%

Pendataan juga mencakup perkembangan aktivitas ekonomi digital yang semakin berkembang. Menurut Indra, pemetaan tersebut diperlukan untuk mengetahui struktur ekonomi daerah sekaligus melihat sektor-sektor yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

“Tujuannya adalah untuk memetakan ekonomi,” katanya.

  • Bagikan