KUPANG, FokusNusaTenggara.com – Jangan sampai benih sudah ditanam, tetapi pertumbuhannya tidak sesuai harapan. Karena itu, kualitas benih menjadi salah satu perhatian penting sebelum benih digunakan petani di lahan.
Hal tersebut menjadi alasan UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih (PSB) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan pengujian terhadap benih padi varietas Ciherang kelas BR atau Benih Sebar, Rabu (16/9/2026).
Benih tersebut tidak langsung dinilai hanya dari tampilan fisiknya. Petugas melakukan serangkaian pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kondisi benih secara lebih terukur.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Biy Oemboe Wanda, menjelaskan pemeriksaan dimulai dari proses penyiapan hingga penimbangan sampel benih.
“Kegiatan diawali dengan penimbangan sampel benih untuk contoh kirim dan contoh kerja. Sampel selanjutnya dibagi menjadi contoh kerja sesuai kebutuhan pengujian,” jelas Joaz.
Menurut Joaz, tahapan tersebut penting karena sampel yang digunakan dalam pemeriksaan harus dapat mewakili kondisi kelompok benih yang sedang diuji.
Setelah sampel siap, petugas kemudian memeriksa kadar air benih. Parameter ini menjadi salah satu bagian penting dalam mengetahui kondisi dan mutu benih sebelum digunakan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











