KUPANG, FokusNusaTenggara.com – Kepemimpinan baru Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Nusa Tenggara Timur (NTT) membawa pesan tegas: persoalan petani tidak boleh hanya dibicarakan dari balik meja.
Fernando Jose Osorio Soares resmi mendapat dukungan mutlak dari pengurus DPC HKTI se-NTT untuk memimpin DPD HKTI NTT periode 2026-2031.
Wakil Ketua DPRD NTT dari Fraksi Partai Gerindra itu dijadwalkan dilantik pada Rabu (16/9/2026), dengan agenda awal membawa HKTI lebih dekat dengan petani di seluruh wilayah NTT.
Fernando menegaskan HKTI harus menjadi organisasi yang benar-benar bekerja di lapangan, terutama membantu petani menghadapi persoalan produksi hingga pemasaran hasil pertanian.
“Hampir 50 persen masyarakat NTT itu petani. Kami merasa bahwa kita harus hadir di tengah-tengah petani kita, hadir di tengah-tengah sawah mereka,” ujar Fernando, Selasa (15/9/2026).
Ia bahkan menegaskan HKTI tidak boleh berhenti sebagai organisasi yang hanya menyampaikan gagasan tanpa tindakan nyata.
“Bukan hanya organisasi yang bicara-bicara, tapi kita sudah hadir di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.
Menurut Fernando, masalah petani NTT masih berlapis. Mulai dari sulitnya memperoleh pupuk dan bibit, keterbatasan alat pertanian, hingga persoalan ketika hasil panen sudah tersedia tetapi akses pasar belum menjanjikan.
Karena itu, HKTI NTT akan membangun komunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat untuk membuka akses dan memperjuangkan kebutuhan petani.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











