ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Parang Diayun, 3 Tembakan Peringatan Diabaikan: Pelaku Curi Ternak di Sumba Tewas Ditembak Polisi

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Kombes nov
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra ( Ist )

SUMBA BARAT, FokusNusaTenggara.com — Dini hari belum beranjak terang ketika tim gabungan Polres Sumba Barat bergerak memburu jaringan pencurian ternak yang diduga telah beraksi selama bertahun-tahun. Operasi Selasa (15/9/2026) itu berujung pada penangkapan tiga tersangka dan satu pelaku lainnya tewas setelah terjadi perlawanan menggunakan parang.

Sekitar pukul 02.00 WITA, petugas lebih dulu menyergap A.S.B.L. (46) dan K.Y. (35). Dari pengembangan pemeriksaan terhadap keduanya, polisi kembali bergerak dan menangkap Y.K.M. sekitar pukul 06.00 WITA.

Namun, pengejaran belum berakhir. Polisi kemudian memburu J.T. (39), yang disebut berkaitan dengan jaringan tersebut. Sekitar pukul 09.40 WITA, petugas mendatangi kediamannya di Kampung Wai Makapal, Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli.

Baca Juga :  Polda NTT Bongkar Jaringan Penyelundupan Thrifting Ilegal, 157 Ballpress Diamankan

Situasi berubah tegang saat J.T. disebut mengayunkan parang ke arah petugas. Polisi kemudian memberikan tiga kali tembakan peringatan ke udara agar yang bersangkutan menghentikan perlawanan.

Peringatan tersebut disebut tidak diindahkan. J.T. justru berusaha melarikan diri sehingga petugas melakukan tindakan untuk melumpuhkannya. Dalam situasi tersebut, J.T. terjatuh dan peluru mengenai bagian bahu kanannya.

Baca Juga :  Diduga Selingkuh Dua Lurah ini Babak Belur Dihajar Keluarga  Bersyukur Masih Diselamatkan Tim Samapta Polda NTT

Petugas segera membawa J.T. ke RSK Lende Moripa sekitar pukul 10.00 WITA untuk memperoleh penanganan medis. Namun, sekitar 20 menit kemudian, tepat pukul 10.20 WITA, tim medis menyatakan J.T. meninggal dunia.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra mengatakan, tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menegakkan hukum dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Baca Juga :  Artis Jebolan Indonesian Idol Piche Kota Diperiksa Polres Belu Terkait Kasus Dugaan Persetubuhan Anak

“Penindakan tegas terukur ini menjadi momentum penting bagi kepolisian untuk menegakkan hukum secara objektif, transparan, dan profesional demi mengembalikan rasa aman serta ketenteraman di tengah masyarakat,” ujar Henry.

Di balik penangkapan itu, polisi mengungkap dugaan jaringan pencurian ternak yang telah menjadi keresahan warga Sumba Barat dan Sumba Tengah. Penyelidikan dilakukan terhadap tiga laporan polisi terkait aksi pencurian yang disebut berlangsung sejak 2022 hingga 2026.

  • Bagikan