ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Sebelum Sampai ke Sawah Petani, Benih Padi Ciherang NTT Diperiksa di Laboratorium

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Joaz
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Biy Oemboe Wanda ( Antonius )

Pengujian tidak berhenti pada kadar air. Petugas juga melakukan uji daya berkecambah terhadap benih padi Ciherang kelas BR.

Uji daya berkecambah diperlukan untuk mengetahui kemampuan benih menghasilkan kecambah normal dalam kondisi pengujian yang telah ditetapkan. Hasil pengujian menjadi bagian dari informasi teknis dalam penilaian mutu benih.

Bagi petani, persoalan mutu benih bukan perkara kecil. Benih merupakan input paling awal dalam budidaya tanaman, sehingga kualitasnya berkaitan dengan proses pertumbuhan tanaman sejak awal.

Baca Juga :  Tahun Ini Bank NTT Bayar Deviden 219 Milliar Ke Pemprov

Karena itu, layanan pengujian dan pengawasan benih menjadi bagian penting dalam menjaga agar benih yang digunakan maupun diedarkan memiliki mutu yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Melalui pengujian yang dilakukan secara rutin dan terukur, UPT PSB terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat dan pelaku perbenihan,” ujar Joaz.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat sistem perbenihan di NTT di tengah perkembangan standar nasional. BSN telah menetapkan SNI 6233:2025 tentang Benih Padi Inbrida pada Desember 2025 sebagai revisi SNI 6233:2015. Melalui pengujian sejak dari laboratorium, mutu benih dapat dinilai sebelum menjadi bagian dari proses produksi pangan di sawah petani NTT

Baca Juga :  Warga Oesapa Barat Nilai Pemkot Kupang Tak Tegas dan Lamban Tindak Depo Air “Aurel”

 

  • Bagikan