ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Pemprov NTT Mantapkan Strategi 4K Jelang HBKN 2026 untuk Jaga Daya Beli Masyarakat

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan
Oplus_131072

Dia menambahkan bahwa ketahanan pangan dan stabilitas harga merupakan fondasi ketahanan sosial NTT. Seluruh upaya pengendalian inflasi daerah bermuara pada penerapan prinsip 4K, yakni ketersediaan stok, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, serta komunikasi yang efektif kepada masyarakat.

Dalam HLM TPID tersebut, Pemerintah Provinsi NTT bersama seluruh pemangku kepentingan juga menyepakati sejumlah rekomendasi strategis, baik jangka pendek maupun jangka menengah dan panjang.

Dalam jangka pendek, khususnya menghadapi combo festive season 2026, pemerintah akan mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM) yang dilaksanakan satu minggu sebelum HBKN, terutama menjelang Idul Fitri, Nyepi, dan Paskah.

Baca Juga :  Program Quik Win Melki-Johni Cukup Berhasil Ini Capaiannya

Selain itu, pengawasan dan inspeksi mendadak (sidak) pasar akan diperkuat oleh Satuan Tugas Pangan Provinsi NTT guna mencegah lonjakan harga yang tidak wajar serta mengantisipasi praktik penimbunan barang. Pemerintah juga memperketat pengawasan pasokan di gudang-gudang serta memperkuat mitigasi risiko gagal panen akibat faktor cuaca.

Dari sisi distribusi, pengawasan terhadap proses bongkar muat dan penyaluran barang di pelabuhan dan bandara akan diperketat melalui koordinasi dengan Pelindo dan Angkasa Pura. Pemerintah juga menyiapkan skema subsidi distribusi bagi komoditas tertentu yang mengalami tekanan inflasi agar harga tetap stabil hingga ke tingkat konsumen.

Baca Juga :  Sambut HUT Ke-80 RI, Pemprov NTT Gelar Kirab Budaya

Dalam aspek komunikasi, pemerintah akan menggencarkan imbauan belanja bijak kepada masyarakat untuk mencegah kepanikan dan praktik panic buying selama momentum HBKN.

Untuk jangka menengah dan panjang, Pemerintah Provinsi NTT akan memperkuat keterhubungan antara petani, UMKM, dan pasar melalui pengembangan NTT Mart, sehingga produk pangan lokal dapat dipasarkan sesuai harga eceran tertinggi sekaligus meningkatkan kesejahteraan produsen. Pemerintah juga mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah melalui peningkatan produktivitas, dukungan sarana prasarana, serta pemanfaatan teknologi digital.

Baca Juga :  Sinyal Efisiensi BBM, Olahraga Atau ? Gubernur NTT  Melki Laka Lena Memilih Jalan Kaki ke kantor

Melalui sinergi lintas sektor dan penguatan strategi 4K, Pemerintah Provinsi NTT optimistis stabilitas harga dan ketahanan pangan daerah dapat terus terjaga, sehingga daya beli masyarakat tetap kuat dan pertumbuhan ekonomi NTT berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.

  • Bagikan