KUPANG, fokusNusaTenggara.com — Harapan baru tumbuh di kalangan petani rumput laut di Nusa Tenggara Timur. Setelah bertahun-tahun menjual hasil panen dalam bentuk bahan baku, mereka kini menyambut langkah Pemerintah Provinsi NTT yang mulai mendorong hilirisasi agar komoditas tersebut diolah menjadi produk bernilai tambah di daerah.
Salah satunya disampaikan Markus Ludji, petani rumput laut asal Kabupaten Sabu Raijua. Ia mengapresiasi kebijakan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT yang tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mengarahkan petani menuju industri pengolahan.
“Kami menyambut baik upaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT. Harapan kami, pemerintah segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten supaya petani dibimbing mengolah rumput laut menjadi bahan pangan dan produk lainnya yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” kata markus, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Sef, selama ini sebagian besar hasil panen petani dijual kepada pengepul untuk dikirim ke luar daerah atau diekspor dalam bentuk rumput laut kering. Kondisi itu membuat keuntungan terbesar justru dinikmati daerah yang telah memiliki industri pengolahan.
“Kalau hasil panen bisa kami olah menjadi produk siap jual, tentu pendapatan petani akan jauh lebih baik. Karena itu kami berharap ada pelatihan, pendampingan, dan dukungan peralatan sehingga kami tidak hanya menjadi pemasok bahan baku,” ujarnya.
Aspirasi petani tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi NTT yang kini mempercepat pembentukan lima klaster budidaya rumput laut. Langkah itu diproyeksikan menjadi fondasi pengembangan industri dari hulu hingga hilir.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











