ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov NTT Dorong Industri Rumput Laut, Petani Menanti Pendampingan Pengolahan Hasil Panen

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Stefania
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Stefania Tunga Boro ( Ist )

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Stefania Tunga Boro, mengatakan pengembangan klaster tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang mampu menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat pesisir.

“Melalui pengembangan lima klaster budidaya, penyediaan bibit unggul, pembangunan kebun bibit, penguatan kapasitas pembudidaya hingga pengembangan industri pengolahan, kami ingin membangun rantai usaha rumput laut yang terintegrasi di NTT,” ujarnya.

Stefania menjelaskan, rumput laut memiliki potensi ekonomi yang jauh lebih besar apabila diolah menjadi berbagai produk seperti pangan, farmasi, kosmetik, maupun bahan baku industri. Dengan hilirisasi, nilai ekonomi komoditas tersebut tidak lagi keluar bersama bahan mentah, tetapi dapat dinikmati masyarakat di daerah.

Baca Juga :  Biro PBJ Sekretariat Daerah NTT Baksos Pasar Murah di Perbatasan Sembako Ludes Dibeli

Meski demikian, pengembangan rumput laut masih menghadapi sejumlah tantangan. Di sektor budidaya masih terdapat persoalan ketersediaan bibit unggul, serangan penyakit ice-ice, dampak perubahan iklim, serta belum meratanya penerapan teknologi budidaya yang baik.

Sementara itu, di sektor hilir masih dibutuhkan penguatan infrastruktur logistik, akses pembiayaan, standardisasi mutu, sertifikasi produk, hingga perluasan akses pasar. Pemerintah juga terus membangun kolaborasi dengan pemerintah kabupaten, perguruan tinggi, dunia usaha, serta investor untuk mempercepat lahirnya industri pengolahan rumput laut di NTT.

Baca Juga :  ATM Bank NTT Sering Rusak, Nasabah Kecewa

pengembangan klaster dan penguatan hilirisasi berbasis ekonomi biru, Pemerintah Provinsi NTT berharap rumput laut tidak hanya menjadi komoditas andalan ekspor bahan baku, tetapi berkembang menjadi penggerak ekonomi daerah yang mampu meningkatkan pendapatan petani, membuka lapangan kerja, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.

  • Bagikan