ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Otoritas Jasa Provinsi NTT Dorong Keuangan Inklusif Berbasis Desa

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

WAINGAPU,fokusnusatenggara.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses dan literasi keuangan bagi masyarakat di wilayah perdesaan melalui kegiatan Edukasi, Pendampingan, dan Kunjungan Lapangan Program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) yang dilaksanakan di Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, Jumat (20/06).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program multi-tahun Desa EKI yang dimulai sejak tahun 2024, dan kini memasuki tahap kedua. Selain itu, ini juga merupakan kolaborasi OJK dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), ILO, PT ASTIL Sumba Timur, dan PT Koltiva.

Kepala OJK Provinsi NTT, Japarmen Manalu, menyampaikan bahwa Program Desa EKI merupakan wujud nyata keberpihakan OJK terhadap pembangunan desa sebagai bagian integral dari strategi inklusi keuangan nasional.

Baca Juga :  Dirut PDAM Siap Menjabarkan Visi Misi Bupati dan Wabup Kupang, Optimalkan Pelayanann Air Bersih Untuk Masyarakat

“Program ini sejalan dengan amanat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

(TPB/SDGs), sekaligus mendukung visi Presiden Republik Indonesia, Bapak

Prabowo Subianto dalam Asta Cita, khususnya poin ke-6: Membangun dari Desa dan dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan,” ujar Japarmen.

Data SNLIK 2025 Tunjukkan Tantangan di Perdesaan Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional berada di angka 66,46 persen, sedangkan inklusi keuangan mencapai 80,51 persen. Namun di Provinsi NTT, data SNLIK 2022

Baca Juga :  Dari Ende untuk Indonesia, PLTU Ropa Sukses Uji Coba Co-firing, Wujudkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular

mencatat literasi keuangan baru mencapai 51,95 persen, walaupun indeks inklusinya lebih tinggi yaitu 85,97 persen. Ini mengindikasikan adanya kesenjangan pemahaman dan pengambilan keputusan keuangan, khususnya di daerah perdesaan.

Lebih lanjut, SNLIK 2025 juga menunjukkan bahwa:

1. Literasi masyarakat perdesaan: 59,60 persen

2. Inklusi masyarakat perdesaan: 75,70 persen

3. Kelompok petani, peternak, nelayan, pekebun – yang merupakan mayoritas profesi di desa – mencatat literasi hanya 58,87 persen dan inklusi 69,40 persen, lebih rendah dibandingkan kelompok profesi lainnya.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Usman Husin SiapPerjuangkan Bantuan Bibit, Hand Traktor, dan Sumur Bor Bagi Warga Desa Naunu

Desa Kaliuda Jadi Pilot Project Pertama di NTT

Desa Kaliuda dipilih sebagai pilot project pertama Desa EKI di NTT karena memiliki potensi ekonomi lokal yang kuat, dukungan pemerintah daerah yang solid, serta keterlibatan komunitas yang aktif. Pelaksanaan Desa EKI mengacu pada tiga tahapan berkelanjutan, yaitu:

1. Pra-Inkubasi: pemetaan kebutuhan dan potensi ekonomi masyarakat;

2. Inkubasi: edukasi literasi keuangan dan pendampingan langsung;

3. Pasca-Inkubasi: pemanfaatan aktif dan pembentukan ekosistem keuangan desa yang tangguh.

  • Bagikan