Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh akses ke produk
keuangan formal seperti tabungan dan pembiayaan, tetapi juga dibekali
keterampilan dan kepercayaan diri dalam mengelola keuangan secara mandiri.
Sektor unggulan desa, seperti budidaya rumput laut, turut menjadi bagian dari model kolaborasi inklusif antara masyarakat, lembaga jasa keuangan, dan pelaku usaha daerah.
Pemetaan dan Arah Program Tahun Kedua
Berdasarkan pemetaan awal yang dilakukan OJK terhadap 200 responden di Desa Kaliuda pada tahun 2024, ditemukan bahwa:
1. 94 orang memiliki BPJS Kesehatan/Ketenagakerjaan (142 produk),
2. 57 orang mengakses produk perbankan (74 produk),
3. Dan sebagian masyarakat telah mengenal produk asuransi, pergadaian, fintech,serta lembaga keuangan mikro.
Tahun 2025, program difokuskan pada pendalaman pemanfaatan layanan
keuangan, antara lain:
1. Edukasi perencanaan keuangan keluarga,
2. Pemanfaatan agen bank di desa,
3. Asuransi mikro, jaminan kecelakaan kerja, dan pensiun sukarela,
4. Serta akses pembiayaan mikro seperti Kredit Mikro Merdeka dari BPD NTT.
“Desa bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga subjek utama dalam penggerak ekonomi lokal yang mandiri dan sejahtera,” tutup Japarmen.
Melalui kolaborasi antara OJK, TPAKD, ILO, PT ASTIL, PT Koltiva, lembaga jasa keuangan, dan pemerintah daerah, Program Desa EKI diharapkan menjadi titik awal terciptanya keuangan inklusif yang berkelanjutan di perdesaan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











