ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Otoritas Jasa Provinsi NTT Dorong Keuangan Inklusif Berbasis Desa

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh akses ke produk

keuangan formal seperti tabungan dan pembiayaan, tetapi juga dibekali

keterampilan dan kepercayaan diri dalam mengelola keuangan secara mandiri.

Sektor unggulan desa, seperti budidaya rumput laut, turut menjadi bagian dari model kolaborasi inklusif antara masyarakat, lembaga jasa keuangan, dan pelaku usaha daerah.

Baca Juga :  Bandara El-Tari MOU Dengan Stasiun Karantina Ikan

Pemetaan dan Arah Program Tahun Kedua

Berdasarkan pemetaan awal yang dilakukan OJK terhadap 200 responden di Desa Kaliuda pada tahun 2024, ditemukan bahwa:

1. 94 orang memiliki BPJS Kesehatan/Ketenagakerjaan (142 produk),

2. 57 orang mengakses produk perbankan (74 produk),

3. Dan sebagian masyarakat telah mengenal produk asuransi, pergadaian, fintech,serta lembaga keuangan mikro.

Baca Juga :  Valdi Pratama, Geliat Anak Muda Dalam Bisnis Kopi

Tahun 2025, program difokuskan pada pendalaman pemanfaatan layanan

keuangan, antara lain:

1. Edukasi perencanaan keuangan keluarga,

2. Pemanfaatan agen bank di desa,

3. Asuransi mikro, jaminan kecelakaan kerja, dan pensiun sukarela,

4. Serta akses pembiayaan mikro seperti Kredit Mikro Merdeka dari BPD NTT.

“Desa bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga subjek utama dalam penggerak ekonomi lokal yang mandiri dan sejahtera,” tutup Japarmen.

Baca Juga :  Warning DPRD Kepada Pemegang Saham Jelang RUPS Bank NTT

Melalui kolaborasi antara OJK, TPAKD, ILO, PT ASTIL, PT Koltiva, lembaga jasa keuangan, dan pemerintah daerah, Program Desa EKI diharapkan menjadi titik awal terciptanya keuangan inklusif yang berkelanjutan di perdesaan.

  • Bagikan