Anton menegaskan bahwa pembicaraan tentang Ase Kae, Kesa Kela, dan Hae Reba tidak berkaitan dengan sukuisme, melainkan berfokus pada kepentingan politik yang lebih luas.
Ia menggarisbawahi pentingnya memilih calon yang dapat mengakomodasi dan melayani kepentingan masyarakat, khususnya dalam konteks tiga kabupaten Manggarai.
Dalam pemilihan kali ini, Anton mengungkapkan dukungannya terhadap Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu, calon yang dianggapnya sebagai Ase Kae yang ideal.
“Dia (Simon Petrus Kamlasi) adalah satu-satunya calon dari Dapil 2 NTT, yang memiliki potensi besar untuk memperjuangkan aspirasi rakyat,” katanya.
Dalam pandangannya, jumlah pemilih di Dapil 2 lebih banyak dibandingkan Dapil NTT 1, yang membuat peluang Kamlasi semakin menjanjikan.
Dari segi geopolitik, Anton menjelaskan bahwa pemilih di tiga kabupaten Manggarai hampir setara dengan jumlah pemilih dari seluruh kabupaten lain di Flores, memberikan Kamlasi keuntungan yang signifikan.
“Dengan pertimbangan ini, sangat rasional untuk memilih Paket SIAGA, daripada membuang suara,” tegasnya.
Anton mengungkapkan simpati dan keyakinannya terhadap Simon Petrus Kamlasi, yang merupakan pensiunan jenderal dengan berbagai keunggulan.
“Dia cerdas, memiliki kerendahan hati, dan kepedulian yang tinggi. Saya yakin, dengan kemampuannya di bidang teknik, Paket SIAGA akan membawa NTT ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.
Dengan filosofi yang kuat dan pertimbangan rasional, Ali Antonius menunjukkan bagaimana budaya Manggarai dapat memandu masyarakat dalam menentukan pilihan yang tepat di tengah dinamika politik saat ini.***
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











