“ Apa benar kasus ini terjadi di rumah SBS? Janganlah kita mengarang bebas, tanpa didukung fakta yang sebenarnya. Dalam tulisan itu saja kelihatan sudah ada upaya menipu atau menggiring opini. Dimana dikatakan terjadi di rumah bapak SBS, sedangkan faktanya tidak demikian. Jadi jangan membuat kesimpulan yang prematur, tanpa disertai verifikasi yang lengkap, sebab jurnalis menulis berdasarkan fakta, bukan opini penulis, apalagi membuat kesimpulan tanpa data yang valid,” jelasnya.
Sementara itu, Stefanus Bria Seran (SBS), Calon Bupati Malaka, yang diminta komentarnya terkait peristiwa ini menjelaskan, berita yang dibuat salah kaprah. Dimana dalam judul maupun isi berita, wartawan menulis agar paslon bereaksi atas peristiwa ini. Pasalnya, soal keributan dalam masa tahapan Pilkada bukan domain dan urusan dari Paslon, melainkan masuk pada kewenangan penyelenggara dan aparat keamanan.
“ Ini sudah salah kaprah. Berita itu apa kaitannya dengan paslon, lalu meminta paslon untuk bereaksi. Memangnya kalau ada kekacauan, tugas paslon atau aparat keamanan untuk menyelesaiakan?,” tulis SBS menjawab pertanyaan wartawan melalui pesan WhatsApp, Selasa, 13 Oktober 2020 dini hari. (fatur)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











