ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Berita Soal Pelemparan Tim Kampanye SN-KT Dinilai Tendensius

Avatar photo
  • Bagikan

“ Apa benar kasus ini terjadi di rumah SBS? Janganlah kita mengarang bebas, tanpa didukung fakta yang sebenarnya. Dalam tulisan itu saja kelihatan sudah ada upaya menipu atau menggiring opini. Dimana dikatakan terjadi di rumah bapak SBS, sedangkan faktanya tidak demikian. Jadi jangan membuat kesimpulan yang prematur, tanpa disertai verifikasi yang lengkap, sebab jurnalis menulis berdasarkan fakta, bukan opini penulis, apalagi membuat kesimpulan tanpa data yang valid,” jelasnya.

Baca Juga :  Ketemu Umat Muslim Atambua, Ini Pesan Yang Diterima Taolin Agustinus

Sementara itu, Stefanus Bria Seran (SBS), Calon Bupati Malaka, yang diminta komentarnya terkait peristiwa ini menjelaskan, berita yang dibuat salah kaprah. Dimana dalam judul maupun isi berita, wartawan menulis agar paslon bereaksi atas peristiwa ini. Pasalnya, soal keributan dalam masa tahapan Pilkada bukan domain dan urusan dari Paslon, melainkan masuk pada kewenangan penyelenggara dan aparat keamanan.

“ Ini sudah salah kaprah. Berita itu apa kaitannya dengan paslon, lalu meminta paslon untuk bereaksi. Memangnya  kalau ada kekacauan, tugas paslon atau aparat keamanan untuk menyelesaiakan?,” tulis SBS menjawab pertanyaan wartawan melalui pesan WhatsApp, Selasa, 13 Oktober 2020 dini hari.  (fatur)

  • Bagikan