ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Gubernur Melki Gebrak Friends of NTT: Jangan Berhenti di Forum, Kolaborasi Harus Jadi Aksi Nyata untuk Rakyat

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
bis
Gubernur Melki Tantang Para Mitra: Potensi NTT Besar, Saatnya Melahirkan Aksi Konkret ( Ist )

KUPANG, FokusNusaTenggara.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena memberikan tantangan tegas kepada para mitra pembangunan yang tergabung dalam forum Friends of NTT 2026.

Gubernur Melki meminta kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dan berbagai mitra pembangunan tidak berhenti pada pertemuan, pertukaran gagasan, maupun pemaparan program.

Menurutnya, forum tersebut harus menjadi pintu masuk untuk melahirkan langkah konkret yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat NTT.

Baca Juga :  PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Andal, GI Maulafa Jalani Pemeliharaan Berkala Dua Tahunan

“Saling mengetahui program satu sama lain merupakan salah bagian dari kolaborasi. Kita tidak boleh khawatir akan keterbatasan. Provinsi NTT ini besar dengan potensi luar biasa yang belum sepenuhnya dimaksimalkan,” tegas Melki saat berdialog bersama para mitra pembangunan.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Melki dalam forum Friends of NTT: General Audience, 5 Minutes Presentation, and Matchmaking Tahun 2026 yang digelar Bapperida NTT di Hotel Harper Kupang, Jumat, 2 Oktober 2026.

Baca Juga :  Taspen Dukung Ekonomi Rakyat: Wakil Wali Kota dan Ketua DPRD Kupang Hadiri Kunjungan Komisaris di Taman Nostalgia

Melki menegaskan, besarnya potensi NTT membutuhkan kerja bersama dengan mempertemukan program pemerintah, pengalaman mitra pembangunan, serta berbagai sumber daya yang tersedia.

“Saya berharap sinergi Pemerintah Provinsi NTT dan mitra ini dapat melahirkan langkah serta tindakan yang benar-benar konkret bagi masyarakat,” katanya.

Gubernur juga meminta evaluasi program strategis dilakukan secara berkala, terutama terhadap berbagai persoalan sosial seperti penanganan stunting. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan setiap intervensi berjalan sesuai sasaran.

Baca Juga :  Kejati NTT MOU Dengan  Pemprov dan Pemkab/Kota Terapkan Pidana Kerja Sosial

“Evaluasi rutin setiap dua hingga tiga bulan diperlukan untuk meninjau perkembangan program, mengidentifikasi kendala, serta memastikan intervensi yang dilakukan semakin terarah,” ujar Melki.

  • Bagikan