Selain menumbuhkan apresiasi sastra, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan kecerdasan kinestetik dan kolaboratif anak-anak lewat ekspresi lisan.
Tak hanya seni dan sastra, inovasi pendidikan juga dipamerkan dalam Gebyar SMK dan Pameran Produk SMA, yang menampilkan 41 stand SMK dan 32 stand SMA dari seluruh NTT. Anak-anak menampilkan berbagai hasil karya inovatif yang bertujuan menjawab tantangan teknologi tepat guna dan kebutuhan lokal. SMA pun tak kalah menunjukkan kreasi mereka dari produk olahan pangan lokal hingga teknologi sederhana buatan siswa.
Namun momen paling monumental terjadi saat dari 30.000 penari se-NTT menari secara serentak dalam kegiatan “NTT Menari”. Tarian yang dipertunjukkan adalah tarian-tarian tradisional NTT yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda karena dilakukan secara serempak dan terhubung virtual lintas wilayah. Museum Rekor Indonesia mencatatkan peristiwa ini sebagai bagian dari Rekor Muri Dunia.
Tarian ini bukan sekadar atraksi, melainkan juga sarana pendidikan. Dalam tarian, anak-anak belajar berkolaborasi, mengatur ritme tubuh hingga menumbuhkan kecerdasan kinestetik.
Dengan ini, tarian tradisional menjadi metode pendidikan yang holistik, mengajarkan nilai, kerjasama, identitas budaya, dan kecerdasan motorik secara bersamaan.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena menyapa langsung para Bupati dan Wakil Bupati yang hadir dalam “NTT Menari” menunjukkan bagaimana sinergi antar pemerintah dapat menjadi motor penggerak pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami sangat mengapresiasi semua mitra yang sudah ikut menopang sektor pendidikan di NTT. Hardiknas ini hari besar kita semua. Mari, kita sama-sama bergandengan tangan untuk terus berkolaborasi dalam membangun kualitas pendidikan di NTT. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri, tapi butuh mitra penopang dalam menyelesaikan tugas-tugas di sektor pendidikan,”urainya.
Melalui momen Hardiknas ini, ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, sehingga perayaan Hardiknas, 2 Mei 2025 berlangsung baik dengan torehan sejumlah prestasi yang spektakuler.
“Terima kasih banyak, salam pendidikan, dan salam literasi. Ayo Bangun NTT dari sektor pendidikan,” tutupnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











