ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ketua PGRI NTT Dr. Semuel Haning,Tegaskan :  SK Pengangkatan Komite SMKN 2 Kupang Cacat Hukum

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KUPANG,  fokusnusatenggara.com — SK Komite SMKN 2 Kupang dinilai pengurus PGRI NTT cacat hukum. Pasalnya SK tersebut diterbitkan mantan Kepsek yang sudah pensiun. Disisi lain sesuai info, selama ini Komite menerima gaji.

“ SK Komite SMKN 2 Kupang cacat hukum. Pasalnya Kepsek nya pensiun 20 Agustus 2024. Dia menerbitkan SK untuk Komite tanggal 28 Agustus 2024. Masao rang yang sudah pensiun, sudah diluar sistim, terbitkan SK pengangkatan Komite?. Ini tidak benar, sekali lagi cacat hukum ,” tegas Ketua PGRI Provinsi NTT   Dr. Semuel Haning, SH., MH,. C.Me kepada awak media di ruang rapat Kampus UPG 1945 pada Senin, 17/2/2025.

Dr Sanuel yang didampingi pengurus PGRI Provinsi NTT dan Ketua PGRI Kota Kupang Aplonia Dethan, S,Pd, M.Pd lebih lanjut mengemukakan sesuai info, Komite SMKN 2 Kupang terima gaji dari dana komite tersebut.

Baca Juga :  Ratusan Mahasiswa Demo Ijasah Palsu Rektor PGRI

“Pengangkatan saja sudah tidak sesuai prosedur, atau cacat hukum, malah terima gaji. Karena itu kami minta pengurus Komite SMKN 2 Kupang segera dan wajib kembalikan gaji yang selama ini diterima. Karena sesuai regulasi Komite membantu sekolah untuk mencari anggaran bukan menerima upah dari Sekolah ,” tegas Dr Samuel yang biasa disapa Paman Sam .

PGRI NTT jelas Paman Sam akan melakukan investigasi baik terakit SK pengangkatan Komite maupun anggota menerima gaji.

Baca Juga :  Keluyuran Saat Sekolah, Belasan Pelajar Diamankan Pol PP

“ Kami akan investigasi dan audit dana komite. Dan angota yang menerima gaji, kesempatan pertama kami minta segera stor kembali. Jika tidak kami akan laporkan aparat penegak hukum untuk diproses ,” sebut Paman Sam.

Ketua PGRI NTT juga meminta segera mengaudit terkait pencairan uang sejumlah Rp. 1. 770. 000. 000. Satu milyar tujuh ratus tujuh puluh juta.

“ Anggaran tersebut dicairkan untuk kepentingan apa saja dan perlu dipertanggungjawabkan dengan baik. Siapa yang mencairkan uang itu, Komite atau Kepala sekolah supaya jelas dan tak ada timbul multi tafsir, ucap Dr. Semuel Haning, SH., MH., C.ME.

Baca Juga :  Luar Biasa ! Hasil Ujian SMP 5 dan SMP Terbuka Lulus 100 Persen, Ada Siswa Imigran, Afganistan

PGRI Pasang Badan.

Selain itu juga Ketua PGRI NTT menegaskan bahwa siapa yang mengganggu guru, PGRI NTT dan PGRI Kota Kupang siap berdiri di barisan terdepan untuk menjaga profesi itu, tegasnya.

 

“ Untuk itu kami minta Plt. Kepsek jangan difitnah, dizolimi. Tetapi tidak seharusnya mencopot, jadi tidak boleh framing isu untuk asal copot-copot saja. Kami pasang badan untuk membela Plt Kepsek Muhamad Tey. Siapa yang mengganggu akan hadapi kami ,” tegas Paman Sam.

 

Akan merekomondasikan Jadi Definitif

PGRI NTT ungkap Paman Sam akan merekomondasikan Plt. Kepsek Muhamad Tey untuk nantinya diproses menjadi Kepsek definitive.

  • Bagikan