ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Hadiri Puncak HUT PGRI ke-80 dan HGN 2025, Gubernur NTT Tegaskan Peran Guru sebagai Garda Perjuangan Bangsa

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Ketua PGRI: Negara Harus Hadir Lindungi Guru

Ketua PGRI Provinsi NTT, Semuel Haning, menegaskan bahwa selama 80 tahun keberadaannya, PGRI telah menjadi rumah besar bagi para pendidik di seluruh Indonesia dan menjadi mitra pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan.

“Pemerintah dapat membuat regulasi, tetapi Gurulah yang menjadi tombak pelaksana kebijakan di lapangan,” katanya.

Baca Juga :  Gubernur NTT Tetapkan Pergub Baru, Tunjangan DPRD Naik Hingga Rp31,8 Juta Per Bulan

Ia juga menyoroti kasus kriminalisasi Guru yang masih terjadi di berbagai daerah.

“Ada guru yang dilaporkan ke polisi karena mendisiplinkan murid. Hari ini kita tidak boleh diam. Negara harus hadir melindungi Guru,” tegasnya.

Semuel berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan Guru, terutama Guru honorer, serta menyediakan peningkatan kompetensi yang layak.

Baca Juga :  NTT Berjaya, UMKM Berdaya: Gubernur Melki Buka Pameran HUT ke-67 Provinsi NTT

Penghargaan untuk Guru Berdedikasi dan Pahlawan Pendidikan

Dalam kesempatan tersebut, PGRI memberikan penganugerahan gelar kehormatan “Pahlawan Pendidikan” kepada almarhumah Rosalia Rerek Sogen, Guru asal Flores yang meninggal dunia saat menjalankan tugas di Papua akibat penyerangan KKB. Santunan duka turut diserahkan kepada keluarga almarhumah oleh Gubernur NTT dan Bupati Kupang.

Selain itu, diberikan pula piagam penghargaan kepada pemenang tingkat nasional, yakni:

  • Juara II Pengawas Sekolah Berdedikasi Daerah 3T Tahun 2025
  • Juara III Guru SMA/SMK/SLB Berdedikasi Daerah 3T Tahun 2025
Baca Juga :  Gubernur NTT Kunker Ke Kabupaten Kupang, Tinjau Bendungan Raknamo dan Puskesmas Oesao

Acara puncak ditutup dengan ajakan Gubernur Melki untuk menyanyikan Himne Guru sebagai bentuk penghormatan bagi seluruh pendidik di Indonesia.

  • Bagikan