Ketua PGRI: Negara Harus Hadir Lindungi Guru
Ketua PGRI Provinsi NTT, Semuel Haning, menegaskan bahwa selama 80 tahun keberadaannya, PGRI telah menjadi rumah besar bagi para pendidik di seluruh Indonesia dan menjadi mitra pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan.
Ia juga menyoroti kasus kriminalisasi Guru yang masih terjadi di berbagai daerah.
“Ada guru yang dilaporkan ke polisi karena mendisiplinkan murid. Hari ini kita tidak boleh diam. Negara harus hadir melindungi Guru,” tegasnya.
Semuel berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan Guru, terutama Guru honorer, serta menyediakan peningkatan kompetensi yang layak.
Penghargaan untuk Guru Berdedikasi dan Pahlawan Pendidikan
Dalam kesempatan tersebut, PGRI memberikan penganugerahan gelar kehormatan “Pahlawan Pendidikan” kepada almarhumah Rosalia Rerek Sogen, Guru asal Flores yang meninggal dunia saat menjalankan tugas di Papua akibat penyerangan KKB. Santunan duka turut diserahkan kepada keluarga almarhumah oleh Gubernur NTT dan Bupati Kupang.
Selain itu, diberikan pula piagam penghargaan kepada pemenang tingkat nasional, yakni:
- Juara II Pengawas Sekolah Berdedikasi Daerah 3T Tahun 2025
- Juara III Guru SMA/SMK/SLB Berdedikasi Daerah 3T Tahun 2025
Acara puncak ditutup dengan ajakan Gubernur Melki untuk menyanyikan Himne Guru sebagai bentuk penghormatan bagi seluruh pendidik di Indonesia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











