ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wapres Gibran: “Saya Mohon Maaf ” , Pernyataan yang Menggema di Tengah Warga Amfoang

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Maf
Wapres Gibran minta maaf untuk warga Amfoang ( Ist )

Turut mendampingi Wapres dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, yang secara aktif mendampingi proses dialog bersama masyarakat serta menjelaskan berbagai persoalan strategis yang dihadapi kawasan Amfoang.

Kehadiran Aurum dinilai memperlihatkan komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam memperjuangkan percepatan pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

Selain Wakil Bupati Kupang, hadir pula Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, yang bersama pemerintah daerah terus mendorong sinkronisasi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah demi mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan terpencil dan perbatasan.

Baca Juga :  Pastikan Program Prioritas Jangkau Wilayah 3T, Wapres Gibran Tinjau SDN dan MTs Papela di Rote Ndao

Dalam dialog bersama masyarakat, warga juga menyampaikan sejumlah aspirasi strategis lainnya, mulai dari kebutuhan air bersih melalui pembangunan sumur bor, persoalan kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste di Naktuka, hingga permintaan peningkatan status jalan provinsi menjadi jalan nasional agar memperoleh dukungan pembiayaan yang lebih besar dan berkelanjutan.

Menurut Ketua PERMASKKU Asten Bait secara akademis dan dalam perspektif pembangunan wilayah, kunjungan Wapres ke Amfoang memiliki makna strategis yang sangat penting.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Kupang Lawan Penyebaran Obat dan Makanan Ilegal

“ Kehadiran langsung pemerintah pusat di daerah terisolasi menunjukkan penguatan pendekatan pembangunan berbasis keadilan spasial, pemerataan infrastruktur dan penguatan konektivitas kawasan perbatasan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional ,” kata Asten Bait.

Dia menyebutkan infrastruktur bukan semata persoalan fisik pembangunan, melainkan instrumen fundamental dalam membangun kualitas hidup masyarakat.

“ Ini  memperkuat integrasi wilayah, meningkatkan daya saing ekonomi lokal, serta menghadirkan akses pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan ,” katanya.

Oleh karena itu lanjut Asten, perhatian pemerintah pusat terhadap Amfoang dinilai dapat menjadi momentum percepatan transformasi pembangunan kawasan utara Kabupaten Kupang. Kunjungan yang berlangsung sederhana namun penuh makna tersebut meninggalkan pesan kuat bahwa negara hadir untuk mendengar, melihat, dan merespons secara langsung kebutuhan masyarakat di wilayah terluar.

Baca Juga :  BI Perwakilan NTT Perkenalkan Quick Response Code

Di tengah keterbatasan yang selama ini dirasakan warga Amfoang lanjut Asten  kalimat “Saya mohon maaf” dari seorang Wakil Presiden menjadi simbol pengakuan, kepedulian dan harapan baru bagi masa depan pembangunan wilayah perbatasan di Kabupaten Kupang

  • Bagikan