KUPANG, fokusNusaTenggara.com — Penyebab tumpahan minyak yang mencemari sejumlah kawasan pesisir Pulau Semau, Kabupaten Kupang, mulai menemukan titik terang. Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur menduga kebocoran pada lambung KM Kuala Emas saat proses pengangkatan bangkai kapal menjadi sumber pencemaran tersebut.
Dugaan itu muncul setelah tim gabungan melakukan pengecekan lapangan dan mengumpulkan berbagai keterangan sejak informasi mengenai pencemaran laut diterima pada akhir Juli lalu. Hingga kini, penyelidikan teknis masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kebocoran.
Direktur Polairud Polda NTT Kombes Pol Irwan Deffi Nasution mengatakan, pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan adanya dugaan tumpahan minyak di perairan Pulau Semau. Koordinasi segera dilakukan bersama sejumlah instansi agar penanganan tidak terlambat.
“Begitu menerima informasi terkait dugaan pencemaran laut, personel Ditpolairud langsung melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan sumber kejadian, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah penanganan yang harus segera dilakukan,” ujar Irwan, Sabtu (1/8/2026).
Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan, insiden diduga terjadi pada 29 Juli 2026 sekitar pukul 12.05 Wita saat proses pengangkatan bangkai KM Kuala Emas menggunakan Crane Barge Hong Bang 6. Ketika pekerjaan mencapai bagian lambung kiri kapal, tepatnya di antara Palka 2 dan Palka 3, muncul kebocoran yang mengeluarkan minyak ke perairan.
Minyak yang keluar diduga merupakan Marine Fuel Oil (MFO). Sebelumnya, proses pemotongan sejumlah bagian kapal telah berlangsung tanpa ditemukan kebocoran bahan bakar sehingga insiden tersebut berada di luar perkiraan teknis.
Menurut penjelasan kontraktor, titik kebocoran diduga berada pada bagian kapal yang sebelumnya diperkirakan merupakan tangki balas dan bukan jalur penyimpanan bahan bakar. Karena itu, penyelidikan teknis masih terus dilakukan guna memastikan penyebab kebocoran secara ilmiah.
Akibat kejadian tersebut, tumpahan minyak dilaporkan berdampak pada sejumlah wilayah pesisir di Kecamatan Semau, antara lain Desa Hansisi, Uiasa, Huilelot, Onansila, Uitiuh Ana, Akle, Naikean, Letbaun, hingga Batuinan. Tim gabungan terus memantau perkembangan sebaran minyak agar tidak meluas ke kawasan lain.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











