KUPANG, fokusNusaTenggara.com — SMKN 2 Kupang membangun budaya pendidikan yang menempatkan pelayanan kepada peserta didik sebagai prioritas utama. Kepala SMKN 2 Kupang, Hebner Dakabesy, menegaskan bahwa setiap guru harus memandang dirinya sebagai “hamba” yang hadir untuk melayani siswa dengan penuh ketulusan dan tanggung jawab.
Menurut Hebner, filosofi tersebut bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang harus diwujudkan dalam keseharian para pendidik. Guru dituntut mengutamakan kebutuhan peserta didik agar mereka memperoleh pendidikan terbaik sekaligus tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter.
“Bagi kami, kita datang sebagai hamba. Yang namanya hamba akan terus bekerja untuk menyukakan hati tuannya. Tuannya adalah siswa,” kata Hebner.
Ia menjelaskan, seorang hamba selalu mengutamakan kepentingan tuannya. Dalam konteks pendidikan, guru dituntut hadir lebih awal, bekerja lebih keras, dan memastikan seluruh kebutuhan pembelajaran siswa terpenuhi.
“Artinya, sebagai hamba kita datang lebih awal dan pulang terakhir. Yang namanya hamba itu bangun lebih dulu. Ketika tuannya sudah tidur, dia masih bekerja. Itulah filosofi pelayanan yang saya sampaikan kepada teman-teman guru,” ujarnya.
Hebner mengatakan, rasa syukur karena siswa mempercayakan pendidikan mereka di SMKN 2 Kupang harus diwujudkan melalui pelayanan yang berkualitas. Menurutnya, kehadiran siswa merupakan amanah yang harus dijawab dengan dedikasi penuh.
“Kita bersyukur anak-anak mau bersekolah di lembaga ini. Rasa syukur itu kita wujudkan dalam pelayanan yang baik,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











