ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur NTT bersama Tim Percepatan Pembangunan Dorong Ekonomi Kerakyatan di Sumba Timur

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan
Gubernur Melki tegaskan : Sumba Timur memiliki potensi yang besar, harus dikelola secara optimal ( Ist)

Sementara itu, Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, S.T., M.T menuturkan tren angka kemiskinan di Kabupaten Sumba Timur mengalami penurunan setiap tahun. Pada tahun 2025 data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Kabupaten Sumba Timur pada tahun 2025 tercatat sebesar 25,64 persen, dengan jumlah penduduk miskin mencapai sekitar 70.350 jiwa dibanding tahun sebelumnya yakni 27, 04 di tahun 2024.

“Meskipun angka kemiskinan turun tapi kita harus jujur mengakui bahwa angka ini masih menempatkan Sumba Timur sebagai salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Selain kemiskinan, prevalensi stunting masih memerlukan perhatian. Data terakhir mencatat prevalensi stunting sekitar 14,9 persen dengan jumlah 3.303 balita.

Baca Juga :  Bupati Kupang Sebut Gereja Perkuat Pelayanan Hidup Jemaat

Disamping itu, di sektor pertanian produktivitas padi sawah pada tahun 2024 telah mencapai 4,02 ton per hektar, sementara jagung 3,45 ton per hektar. Sektor perkebunan, Sumba Timur memiliki komoditas unggulan jambu mete dengan luas areal 7.529 hektar, kelapa 2.003,5 hektar, kemiri 1.406,5 hektar, dan pinang 1.157,2 hektar yang keseluruhannya menghasilkan produksi total 7.640,10 ton pada tahun 2024.

Potensi lainnya dari bidang peternakan, populasi ternak pada tahun 2024 tercatat sapi 41.202 ekor, kerbau 38.976 ekor, kuda Sumba 33.352 ekor, kambing 58.379 ekor, dan babi 45.512 ekor serta bidang perikanan Produksi perikanan tangkap tahun 2024 telah mencapai 10.202,29 ton, sementara produksi rumput laut mencapai 38.731,67 ton.

Baca Juga :  Tak Berkantor Selama 46 Hari, PNS Siap Dipecat

“Sektor UMKM dan Ekonomi Kreatif

UMKM merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Sumba Timur. Produk-produk unggulan lokal seperti tenun ikat Sumba yang telah mendunia, madu Sumba, kerajinan tangan, dan berbagai produk olahan pangan lokal memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” jelasnya.

Program One Village One Product (OVOP), OSOP, OCOP yang digagas oleh Gubernur NTT, dan pengembangan ekonomi rakyat menurut Bupati Sumba Timur sejalan dengan Program Humba Sejahtera, Humba Mandiri, dan Humba Cerdas.

Baca Juga :  Minat Baca Dan Menulis Peserta Didik Flores Timur Masih Rendah

Bupati Sumba Timur berharap dengan pertemuan ini sebagai titik tolak untuk memperkuat gerakan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal, dari ladang, dari kandang, dari laut, dan dari tangan-tangan terampil masyarakat Sumba membangun kesejahteraan yang bermartabat.

Adapun pertemuan tersebut dihadiri oleh anggota DPR RI, Forkopimda, Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur, Sekda dan Pimpinan OPD Sumba Timur, perwakilan bank himbara, perwakilan UMKM/IKM, OVOP, OSOP, OCOP, Kepala SMA/SMK se-Kabupaten Sumba Timur, para Camat, Lurah, dan Kepala Desa se-Kabupaten Sumba Timur.

  • Bagikan