PAPUA, fokusNusaTenggara.com — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung jawab atas penembakan terhadap tiga orang yang dituding sebagai agen intelijen aparat Indonesia serta seorang anggota Polri di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Klaim tersebut disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM tertanggal 21 Juli 2026 yang ditandatangani Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. Dalam rilis berbahasa Indonesia dan Inggris itu disebutkan aksi dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo bersama TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Batalyon Wesem.
Selain menyebarkan siaran pers, Sebby Sambom juga membagikan video berdurasi 4 menit 10 detik yang memperlihatkan sejumlah anggota TPNPB membawa senjata api, panah, dan parang. Dalam video tersebut tampak dua orang, seorang laki-laki dan seorang perempuan, yang dituding sebagai agen intelijen aparat Indonesia sebelum kemudian dieksekusi.
Dalam video itu, korban laki-laki terlihat mengangkat tangan seolah memohon agar tidak ditembak. Namun, beberapa saat kemudian ia ditembak di bagian kepala. Korban perempuan selanjutnya juga ditembak dari arah belakang hingga terjatuh. Hingga berita ini ditulis, identitas kedua korban maupun keaslian video tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
TPNPB menyebut eksekusi tersebut dilakukan oleh almarhum Giban yang disebut sebagai pimpinan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Batalyon Wesem. Dalam rekaman video, Giban mengklaim tindakan itu dilakukan terhadap seseorang yang disebutnya sebagai anggota Banpol di Yahukimo.
Sementara itu, anggota pasukan khusus TPNPB, Akar Heluka, mengklaim korban laki-laki merupakan mantan anggota TPNPB yang telah beralih menjadi intelijen aparat Indonesia. Pernyataan serupa disampaikan Bazoka Meage yang mengaku telah lama memantau orang-orang yang dituding sebagai intelijen aparat di wilayah Yahukimo.
Dalam siaran persnya, TPNPB juga mengklaim telah menembak seorang perempuan lainnya pada hari yang sama. Dengan demikian, kelompok tersebut mengklaim telah mengeksekusi tiga orang yang terdiri atas dua perempuan dan satu laki-laki. Identitas para korban tidak diungkap dalam rilis tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











