ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Alexon Lumba Pimpin Rakor Atasi Bencana Lanjutan Pada Wilayah Rawan di Kabupaten Kupang

Avatar photo
Reporter : AVRANDO Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

OELAMASI, fokusnusatenggara.com Penjabat Bupati Kupang Alexon Lumba memimpin rapat koordinasi penanggulangan bencana di Ruang Rapat Bupati di Kantor Bupati Kupang, Oelamasi.

Rakor ang dilaksanakan Senin 3 Februari 2025 ini diikuti Plt. Sekda Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, Asisten 2 Sekda Kabupaten Kupang, Mesak Elfeto, serta pimpinan perangkat dinas terkait penanggulangan bencana.

Alexon Lumba mengatakan, pasca terjadi bencana setelah hujan deras 30 dan 31 Januari 2025, Pemerintah Kabupaten Kupang melalui dinas teknis terkait telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat di daerah terdampak bencana.

Baca Juga :  Songsong Idul Fitri, Polres Sumba Timur Gelar Pemusnahan Miras

Dilanjutkan, rapat koordinasi lanjutan ini dilaksanakan untuk merencanakan langkah lanjutan mengatasi dampak bencana, terrmasuk mempersiapkan diri bila kondisi cuaca ekstrim masuh berlanjut di Kabupaten Kupang, mengingat setelah berkoordinasi dengan BMKG, diperkirakan hujan dengan intesitas tinggi masih mungkin terjadi di Kabupaten Kupang, bahkan ada pergerakan badai di seputaran Pulau Sumba yang juga bisa berdampak pada Kabupaten Kupang.

Baca Juga :  Ahok Akan Berkunjung Ke NTT Agustus Mendatang

“Kelanjutan penanggulangan bencana yang sudah terjadi akan terus kita lakukan dengan melibatakan semua dinas terkait, juga menurut BMKG ada angin topan yang bergerak dari Sumba ke Sabu yang harus kita waspadai dampaknya bagi Kabupaten Kupang sehingga perlu kita pikirkan cara menghadapinya, jadi tadi sudah kita bicarakan cara teknis menanggulanginya, termasuk pendanaan dan administrasinya”, jelas Alexon Lumba (3/2).

Baca Juga :  Bupati Malaka : Bupati Adalah Jabatan Terhormat

Alexon Lumba juga menyebutkan bantuan penanggulangan bencana sudah disalurkan, dan Penjabat Bupati Kupang sendiri telah turun memantau langsung ke lokasi bencana di Kecamatan Kupang Timur, dan Kecamatan Fatuleu Barat yang merupakan daerah terparah terkena dampak bencana banjir.

  • Bagikan