WAINGAPU, fokusnusatenggara.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt bersama para Ketua Tim Percepatan Pembangunan NTT mengadakan pertemuan terkait Pengembangan Ekonomi Kerakyatan untuk Menanggulangi Kemiskinan dan Stunting.
Pertemuan yang berlangsung pada Sabtu, 14 Maret 2026 di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi, Gubernur Melky menyampaikan ada dua agenda besar pembangunan daerah, yaitu penguatan ekonomi kerakyatan dan percepatan penurunan stunting. Kedua hal ini saling berkaitan erat, karena kesejahteraan ekonomi keluarga sangat berpengaruh terhadap kualitas kesehatan dan gizi masyarakat.
“Sumba Timur memiliki potensi yang besar, ini harus kita kelola secara optimal agar mampu menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan. Kita perlu terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan peternakan, memperkuat akses pasar bagi para petani dan nelayan, serta mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Produksi dalam penguatan ekonomi kerakyatan lanjut Gubernur, mencakup tiga hal utama yakni
Perencanaan, pengaturan, dan pengendalian produksi hilirisasi produk, dan pendampingan pelaku usaha.
Disamping itu ada literasi keuangan, permodalan, distribusi dan pemasaran.
Pemerintah Provinsi telah membentuk Tim Percepatan Pembangunan NTT yang diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan program prioritas daerah. Tim ini dibagi dalam 5 tim dan difokuskan pada lima bidang utama, yaitu penguatan ekonomi kerakyatan, komunikasi pemerintahan, implementasi Dasa Cita, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta penataan dan penanggulangan kemiskinan.
“Melalui tim ini kiranya dapat terjalin percepatan koordinasi, sinergi program, serta efektivitas pelaksanaan kebijakan pembangunan, sehingga berbagai program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, berbagai potensi ekonomi lokal dapat dikelola secara lebih optimal, sehingga mampu mendorong pertumbuhan usaha masyarakat, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mempercepat penurunan kemiskinan dan stunting di daerah.
“Penguatan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan produksi pertanian, peternakan, perikanan, pengembangan UMKM, akses permodalan, serta perluasan pasar akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat. Ketika pendapatan keluarga meningkat, maka kemampuan keluarga untuk menyediakan pangan yang bergizi, layanan kesehatan, serta lingkungan hidup yang layak juga akan semakin baik,” imbuh Gubernur Melki.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











