WAINGAPU, fokusnusatenggara.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt, mengadakan tatap muka bersama Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan mitra Badan Gizi Nasional (MBG) pada Sabtu, 14 Maret 2024 di aula Universitas Kristen Wira Wacana, Sumba Timur.
Pada kegiatan ini, Kepala SPPI Regional NTT, Oswaldus Ngani dalam tatap muka tersebut dihadiri oleh ratusan SPPI dan beberapa mitra MBG, mereka menyampaikan sejumlah kendala terkait penyerapan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di daratan Sumba.
“Saat ini di wilayah Sumba Timur total keseluruhannya 70.000 terlayani baru 11.000 ini menjadi salah satu kendala bagi kami. Untuk wilayah Sumba Raya, pergerakan penambahan mitra masih sangat lama dibandingkan daratan Flores dan daratan Timor yang sangat masif,” ujarnya.
Oswaldus menambahkan jika Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah berdiri, maka pelayanan akan semakin masif. Sejauh ini menurutnya banyak mitra yang mendaftar, namun terkendala administrasi menjadi tantangan tersendiri.
“Kami berharap kehadiran Bapak Gubernur di Pulau Sumba bisa membantu kami memberikan solusi. Kami juga ingin menginformasikan Sumba Tengah sudah ada satu Mitra yang menjadi mitra BGN. Sumba Tengah menjadi provinsi terakhir se-Indonesia yang akhirnya ada pelayanan MBG,” katanya.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, S.T. M.T., dalam forum yang sama menyampaikan salah satu kendala program ini adalah jangkauan ke sekolah-sekolah di pelosok yang jaraknya cukup jauh.
“MBG ini sangat bermanfaat dan sangat dirindukan. Daratan Sumba Timur jangkaun sekolah dengan lokasi layanan bukan hal yang mudah. Perjalan selama satu tahun ini ada evaluasi untuk program ini, sehingga memungkinkan terbentuknya layananan dan dapur MBG ini, sebuah solusi yang bisa kita terapkan. Kami saat mengajak calon mitra untuk menjangkau daerah tersebut,” ungkapnya.
Untuk menjangkau target yang ditetapkan lanjutnya, bukan hal yang mudah. Pihaknya akan menginformasikan layanan untuk titik yang mudah dijangkau agar cakupan penerima manfaat lebih banyak.
“Besar harapan kami agar Ketua SPPI dan jajaran bisa memberikan informasi, terkait peluang layanan pada tempat yang lebih mudah. Kami sempat bertemu calon mitra untuk lokasi masuk kategori terpencil sudah kita lakukan dan kita pertemukan dengan kantor pusat MBG kita berharap akan terus bertambah,” tambahnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











