ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

GAMKI Alor Gelar Dialog Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

KALABAHI, fokusnusatenggara.com —  Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, menggelar kegiatan Dialog Publik Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.

Kegiatan tersebut dilakukan pada hari Kamis dan Jumat, tanggal 28-29 Agustus 2025 di Gereja GMIT Oa Puringdon Klasis Alor Barat Laut.

Ketua DPC GAMKI Alor Termandat, Alboin Selly mengatakan, kegiatan Dialog ini merupakan program kerja DPC GAMKI Alor Masa Bhakti 2023-2026 yang ditetapkan dalam rapat kerja pengurus cabang pada tanggal 15 Desember 2023 di Gereja GKII Zoar Kalabahi.

“Kami menetapkan program ini karena melihat trend kenaikan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang makin meningkat di Alor sehingga diperlukan langkah-langkah kongkrit untuk mencegahnya,” kata Alboin dalam sambutannya, Kamis 28 Agustus 2025.

Alboin menjelaskan, berbagai terobosan telah dilakukan GAMKI Alor untuk mencegah terjadinya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Langkah yang telah dilakukan GAMKI adalah berkerja sama dengan LSM CD Bethesda dan Fakultas Hukum Untrib untuk membentuk LSM Suara Perempuan (SUPER Alor).

“Sampai sekarang SUPER Alor telah eksis dan banyak melakukan advokasi kasus, pendampingan korban dan sosialisasi stop kekerasan seksual yang bermitra dengan penegak hukum, gereja dan pemerintah,” jelasnya.

Baca Juga :  Inilah Data Korban Meninggal Akibat Bencana Di Kabupaten Malaka

Selain itu, GAMKI Alor juga telah menekan MoU dengan LBH Surya NTT Perwakilan Alor untuk mendampingi kasus-kasus hukum yang ditangani GAMKI.

“Sekarang Dialog Publik ini kami lakukan sebagai bentuk sosialisasi agar semua perempuan, laki-laki dan anak-anak kristen dan generasi Alor semuanya harus bebas dari segala bentuk kekerasan,” kata Alboin

Akhir Dialog ini akan ada deklarasi tolak kekerasan terhadap perempuan dan anak.  Diharapkan deklarasi ini bisa membawa pesan kepada publik untuk bersama berkomitmen menolak keras kekerasan seksual pada perempuan dan anak-anak.

“Kami juga akan ada deklarasi pembentukan komunitas lapor polisi yang nantinya akan dikoordinir oleh DPC GAMKI Alor. Komunitas ini akan berkerja berjejaring untuk melaporkan kasus-kasus yang terjadi pada komunitas dan lingkungan masyarakat, dan melaporkan itu di kepolisian,” tegasnya.

GAMKI mendorong penegak hukum untuk lebih serius menangani kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan kasus TPPO yang saban hari kian bertambah.

Sebab menurut amatan GAMKI, banyak kasus masih diselesaikan di luar peradilan, padahal UU Perlindungan Anak sudah tegas mengatur melarang penyelesaian masalah kekerasan seksual di luar peradilan.

Baca Juga :  Bupati Kupang Lantik Enam Pejabat Tinggi Pratama

Alboin mendorong pemerintah dan DPRD untuk lebih memberikan perhatian anggaran dan kerja kolaboratif dalam menekan angka kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Perlu ada kerja kolaboratif antara pemerintah, LSM, OKP, rumah ibadah dan masyarakat dalam menekan angka kasus ini. Karena menurut amatan kami, belum ada keseriusan soal ini dari pemerintah dan DPRD, dan masing-masing kita masih bekerja sendiri-sendiri dengan sumber daya yang terbatas,” ujarnya.

GAMKI juga meminta pemerintah daerah untuk tegas memberikan sanksi etik bagi pelaku kekerasan seksual di kalangan birokrasi dan mendorong penegakan hukum pidana secara tegas sebagai bentuk komitmen daerah.

Selain itu, GAMKI juga meminta Badan Kehormatan DPRD untuk tegas menangani sanksi etik bagi anggota DPRD yang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap perempuan/perselingkuhan, yang kini sedang ramai diperbincangkan publik.

Akhir sambutannya, Alboin Selly mengucapkan terima kasih kepada Ketua Majelis Jemaat GMIT Oa Puringdon Pdt Orni K. Laukamang, S.Th, Jemaat dan Pemuda Gereja yang telah menjadi tuan rumah kegiatan Dialog Publik GAMKI. Ia pun sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Narasumber dan peserta yang telah hadir mendukung kegiatan GAMKI.

Baca Juga :  Diduga Asal Jadi Pekerjaan Jaringan Pipa Di Rote

Sementara, Ketua Panitia Dialog Publik, Medy Boling dalam laporannya mengatakan, kegiatan Dialog ini akan dilakukan pada hari Kamis dan Jumat, tanggal 28-29 Agustus pukul 09.00 WITA sampai selesai di Gereja GMIT Oa Puringdon.

Adapun materi dan narasumbernya antara lain:

Pertama: Sex Education. “Bahaya Penyakit Menular Seksual Bagi Pemuda dan Remaja Dalam Mencegah Lost Generation.” Narasumbernya: Kadis Kesehatan Alor, dr. Farida.

Materi ini memberikan pandangan kepada pemuda dan remaja untuk memahami bahaya penyakit menular seksual dan memahami fungsi organ reproduksi, proses tumbuh kembang dan cara menjaga kesehatan diri pemuda dan remaja.

Kedua: Teologi Feminisme. “Gender dan Seksualitas Dalam Perspektif Teologi Feminis.” Narasumber: Dosen Universitas Tribuana Kalabahi, Eunike Molebila, S.Th.,M.Th.

Materi ini membedah pandangan mengenai peran perempuan dalam agama, kesetaraan gender, dan interpretasi kitab suci dari perspektif feminis agar mencegah kasus kekerasan seksual, LGBT, Aorsi, dan lain-lain sehingga menciptakan hubungan yang sehat dalam menjaga kekudusan tubuh sebagai ciptaan Allah.

Ketiga: Perempuan dan Budaya Alor. “Peran Perempuan Menentang Budaya Patriarki untuk Mencegah Kekerasan.” Narasumber: Dosen Universitas Tribuana Kalabahi, Dr. Hermayanti Mantaon.

  • Bagikan