ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

GAMKI Alor Gelar Dialog Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Avatar photo
Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Materi ini memberikan pandangan budaya mengenai peran perempuan dalam melawan kekerasan budaya patriarki yang berlaku dalam budaya di Kabupaten Alor.

Keempat: Pemulihan Trauma Psikis. “Tips Mengelola Trauma Psikis Korban Penyintas Kekerasan Seksual Agar Tidak Trauma dan Bunuh Diri.” Narasumber: Kepala Seksi Bimas Kristen Kemenag Alor, Lim C.H.R Odja, S.Th.,M.Th.

Materi ini memberikan pandangan mengenai cara/tips pemulihan trauma psikis yang dialami korban penyintas kekerasan seksual agar tidak terjerumus dalam perilaku bunuh diri.

Kelima: Laki-Laki Baru Tolak Kekerasan. “Peran Laki-laki Baru Dalam Mencegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.” Narasumber: Ketua UPP Pemuda GMIT Klasis Alor Barat Laut, Ferdinand Duraw.

Materi ini mengulas peran laki-laki baru dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Keenam: Advokasi Kasus dan Pendampingan Korban. “Teknik Advokasi dan Pendampingan Kasus- kasus Kekerasan Seksual pada Perempuan dan Anak.” Narasumber: Pekerja Sosial Dinas Sosial Alor, Mara Yirmiyati, S.Sos.

Materinya mengulas teknik advokasi dan pendampingan kasus-kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak.

Ketujuh: Komitmen Penegak Hukum. “Ancaman Pidana, Komitmen Penanganan Kasus dan Mekanisme Pelaporan Kasus Tindak Pidana TPPO dan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.” Narasumber: Kapolres Alor AKBP Nur Azhari, S.H.

Baca Juga :  Gereja Dan Pemerintah Harus Bersinergi Membangun Umat

Materi ini mengulas tentang ancaman pasal-pasal pidana yang berkaitan dengan kekerasan seksual pada perempuan dan anak, kasus TPPO dan penanganan kasus di kepolisian, serta menjelaskan mekanisme pelaporan tindak pidana TPPO dan kekerasan seksual pada perempuan dan anak.

Kedelapan: Komitmen Pemerintah Daerah. “Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.” Narasumber: Kepala Dinas P3A Alor, Abdul Moharis Kapukong, S.H.,M.H.

Materinya mengulas arah kebijakan, program dan komitmen strategis pemerintah daerah dalam penanganan dan pencegahan kasus tindak pidana kekerasan seksual perempuan dan anak.

“Akhir Dialog nanti kami akan Deklarasi GAMKI Alor dan Pemuda Kristen Tolak Kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan Deklarasi Komunitas Lapor Polisi,” ujar Medy Boling.

Medy mengucapkan terima kasih kepada Ketua Majelis Jemaat GMIT Oa Puringdon, Jemaat dan Pemuda Jemaat yang telah menjadi tuan rumah kegiatan Dialog Publik.

Baca Juga :  Mutasi Penghujung Tahun : Bupati Kupang Lantik Pasutri dan Kakak Beradik Jadi Camat

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Narasumber, Panitia, DPC GAMKI, senior dan peserta yang telah hadir mendukung kegiatan Dialog Publik ini sehingga berjalan dengan baik dan lancar.

“Kami mendoakan, semoga Tuhan Yesus memberkati Bapak/Ibu Narasumber, senior, panitia dan peserta dalam tugas pelayanan kita masing-masing. Mari kita semua menjadi pelaku tolak kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tutup Medy.

Senior GAMKI Alor, Selvy Lepa dalam sambutannya mengucapkan terima kasih GAMKI Alor yang terus aktif dalam program dan menggagas dialog publik; cegah kekerasan pada perempuan dan anak.

Menurutnya, tema Dialog yang digagas GAMKI ini merupakan isu yang marak dan cukup tinggi didengar di media online dan lingkungan.

“Menarik, GAMKI tanggap terhadap persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan. Ini isu global, nasional dan daerah yang harus menjadi perhatian kita bersama,” katanya.

Selvy Lepa berharap diskusi-diskusi publik seperti ini perlu intens dilakukan GAMKI sehingga membuka wawasan bersama sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang saling menjaga, menghargai dan ramah pada perempuan dan anak.

Baca Juga :  Danrem 161/WS Pimpin Karya Bakti Bersama Masyarakat Dalam Rangka Hari Juang Kartika TNI AD ke 79

“Perlu juga ada langkah-langkah strategis yang diambil untuk dapat menekan tingginya angka kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.

Mantan Ketua GAMKI Alor itu berharap GAMKI terus kolaborasi membangun kemitraan dengan pemerintah, Gereja, LSM, OKP Cipayung dan masyarakat untuk mencegah terjadinya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Akhir sambutannya, Selvy Lepa memberikan apresiasi kepada Panitia yang bekerja luar biasa dalam menyukseskan kegiatan Dialog Publik Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Majelis Jemaat GMIT Oa Puringdon yang telah membuka hati menerima kegiatan GAMKI.

“Apresiasi dan selamat juga kepada narasumber, 65 orang peserta dan undangan yang telah hadir mengikuti kegiatan dialog publik GAMKI. Semoga kegiatan ini membawa manfaat yang besar untuk kita agar tetap menolak kekerasan dalam bentuk apapun kepada perempuan dan anak. Tuhan menolong kita semua. Amin,” tutup Selvy.

Kegiatan Dialog Publik tersebut diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Orni K. Laukamang, S.Th.

  • Bagikan