ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ritual Adat dan Pemberkatan Iringi Pembangunan Kapela Santo Paulus Bello

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
bel
Iman dan Budaya Berjalan Bersama, Pembangunan Kapela Santo Paulus Bello Dimulai ( Ist )

Ketua Panitia Pembangunan Kapela Santo Paulus Bello, Marsel Tika, mengatakan pembangunan kapela merupakan buah partisipasi seluruh umat. Dukungan diberikan melalui iuran bulanan, keterlibatan langsung dalam pekerjaan pembangunan, serta bantuan para donatur.

“Kalau kekuatan sumbangan iuran umat dan kerja sama tetap kuat, pembangunan ini bisa dipercepat sehingga segera selesai dan digunakan untuk pelayanan umat,” ujar Marsel.

Dimulainya pengerjaan kaki kuda-kuda menandai pembangunan Kapela Santo Paulus Bello memasuki tahap penting. Panitia menargetkan seluruh proses pembangunan dapat diselesaikan pada awal Desember 2026.

Baca Juga :  Kapolda NTT Terima Silaturahmi Pengurus KBPP Polri, Sepakat Kawal Program Lumbung Jagung Nasional

Ketua Stasi Santo Agustinus Bello, Donatus Yosep Manehat, mengajak seluruh umat mempertahankan semangat kebersamaan hingga pembangunan kapela selesai. Sementara itu, RD Longginus Bone menekankan bahwa pembangunan kapela harus menjadi momentum untuk semakin memperkuat persatuan, kehidupan iman, dan pelayanan umat.

Ia mengajak umat terus bergandengan tangan dengan berpegang pada kasih kepada Yesus serta meneladani Santo Paulus dan Santo Agustinus dalam kehidupan menggereja.

Baca Juga :  Sentuhan Kasih Zet Tadung Allo dan Nyona Femi Untuk Tiara Fanggidae di Kesetnana Soe, TTS

Harapan serupa disampaikan Veronika Dongi, perwakilan umat dari KUB Santa Maria Porta Gente. Menurut dia, kebersamaan yang tumbuh selama proses pembangunan harus terus dijaga bahkan setelah bangunan kapela selesai.

“Kekuatan umat yang sudah dibangun jangan berhenti pada pembangunan fisik. Kebersamaan itu harus menjadi kekuatan untuk terus membangun iman umat,” katanya.

Bagi umat Bello, Kapela Santo Paulus bukan sekadar bangunan tempat beribadah. Kapela tersebut diharapkan menjadi pusat pelayanan pastoral, pembinaan iman, serta ruang bagi anak-anak, kaum muda, dan berbagai kegiatan sosial umat.

Baca Juga :  Kapolda NTT Fasilitasi Dialog Buruh, Serap Aspirasi di Momen Mayday

Dengan dimulainya pengerjaan kaki kuda-kuda yang diawali ritual adat dan pemberkatan rangka atap, pembangunan Kapela Santo Paulus Bello diharapkan terus bergerak hingga rampung. Lebih dari sekadar mendirikan bangunan, umat sedang membangun ruang persekutuan yang ditopang iman, kasih, persaudaraan, budaya, dan semangat gotong royong.

  • Bagikan