ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Di Tanah Reinha Larantuka ,  Lahir Seorang Gembala Baru 

Avatar photo
Reporter : CR 1Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

LARANTUKA, fokusnusatenggara.com  —  Pagi itu, lonceng Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka berdentang lebih lama dari biasanya. Ribuan umat telah memadati halaman gereja bahkan sebelum matahari meninggi, Rabu (11/2/2026). Wajah-wajah penuh harap menanti satu momen bersejarah: lahirnya seorang gembala baru bagi Tanah Reinha.

Mgr Yohanes Hans Monteiro, Pr, resmi ditahbiskan sebagai Uskup Larantuka dalam Misa Tahbisan Episkopal yang berlangsung khidmat. Di kota kecil di ujung timur Flores itu, tahbisan bukan sekadar seremoni gerejawi. Ia adalah peristiwa iman, tradisi, dan harapan yang menyatu dalam satu perayaan.

Mandat dari Roma

Baca Juga :  Delta Trimatra 2002-2 Kota Kupang NTT, Gelar Perayaan HUT Ke-23 Tahun Pengabdian

Suasana hening menyelimuti katedral ketika Surat Apostolik dari Paus Fransiskus dibacakan. Mandat tersebut dibacakan oleh Mgr Michael A. Pawlowicz dari Kedutaan Besar Vatikan untuk Indonesia. Sebelum dibuka, surat resmi itu diserahkan kepada Mgr Fransiskus Kopong Kung, uskup emeritus yang hari itu bertindak sebagai penahbis utama.

“Melalui otoritas apostolik kami, kami memberikan Anda sebagai Uskup Larantuka,” demikian kutipan mandat Paus yang menggema di dalam gereja.

Baca Juga :  Kajati NTT Bagikan 500 Takjil untuk Warga di Depan Kantor Kejati

Tepuk tangan panjang umat pecah, sebagian tak kuasa menahan haru. Mandat itu bukan hanya pengesahan administratif, melainkan tanda persekutuan Larantuka dengan Takhta Petrus di Roma—sebuah jembatan iman antara kota kecil di Flores Timur dan Gereja universal.

Tongkat Penggembalaan Berpindah

Tahbisan dipimpin oleh Mgr Fransiskus Kopong Kung, didampingi Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden, SVD, serta Uskup Maumere Mgr Ewaldus Martinus Sedu. Sebanyak 38 uskup dari berbagai keuskupan di Indonesia turut hadir, bersama ratusan imam dan biarawan-biarawati.

  • Bagikan