KUPANG, fokusNusaTenggara.com — Efisiensi anggaran tidak selalu berarti mengurangi belanja pemerintah. Di Kota Kupang, penghematan anggaran justru diarahkan kembali untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, salah satunya melalui dukungan pembangunan rumah ibadah.
Pemerintah Kota Kupang menyalurkan dana hibah sebesar Rp100 juta untuk mendukung penyelesaian pembangunan Gereja Stasi Yesus Maria Yoseph (YMY) Liliba, Paroki Santo Yosef Pekerja Penfui.
Bantuan tersebut diserahkan langsung Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menghadiri ibadah di Gereja YMY Liliba, Minggu (30/8). Bantuan diterima secara simbolis oleh RD. Yonas Kamlasi, S.Fil., M.M., selaku pemimpin ibadah sekaligus Pastor Rekan Paroki Santo Yosef Pekerja Penfui, bersama Zakarias Saka Moruk, Ketua Dewan Pastoral Stasi (DPS) Gereja YMY Liliba sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Gereja.
Christian menjelaskan, dana hibah tersebut merupakan bagian dari hasil efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang. Penghematan dilakukan melalui pengendalian belanja operasional, termasuk perjalanan dinas, serta keputusan untuk tidak melakukan pengadaan kendaraan dinas baru.
“Hasil penghematan anggaran ini kami kumpulkan dan dialokasikan kembali untuk membantu pembangunan rumah-rumah ibadah di Kota Kupang,” ujar Christian.
Menurutnya, efisiensi tidak boleh dimaknai sebatas bagaimana pemerintah mengurangi pengeluaran. Hal yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap rupiah anggaran yang tersedia dapat memberikan manfaat yang lebih besar dan langsung dirasakan masyarakat.
“Efisiensi bukan hanya soal mengurangi belanja. Yang lebih penting adalah bagaimana hasil penghematan itu kembali menjadi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Christian menambahkan, pembangunan Kota Kupang tidak hanya berbicara tentang jalan, gedung dan infrastruktur fisik. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab dalam membangun manusia yang beriman, berkarakter, peduli terhadap sesama dan mampu hidup dalam keberagaman.
Dalam konteks tersebut, rumah ibadah memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat. Gereja, masjid, pura, vihara dan rumah ibadah lainnya tidak hanya menjadi tempat menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kasih, persaudaraan, kepedulian dan toleransi.
“Pembangunan manusia sama pentingnya dengan pembangunan fisik. Rumah ibadah menjadi salah satu tempat penting untuk membangun karakter masyarakat,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











