MAUMERE, fokusNusaTenggara.com — Pemulihan pascagempa bumi di Pulau Flores memasuki tahap penting. Pemerintah mulai memprioritaskan kebutuhan hunian warga yang rumahnya rusak atau tidak lagi layak ditempati akibat bencana.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengapresiasi dukungan Pemerintah Pusat, Yayasan Buddha Suci, serta Maruarar Sirait yang ikut membantu mempercepat pembangunan dan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak gempa.Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berkomitmen membantu pembangunan dan perbaikan 1.000 rumah bagi warga terdampak di tiga daerah dengan dampak berat, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.
Tidak hanya itu, Yayasan Buddha Suci juga berkomitmen membangun 500 unit rumah baru. Sementara Maruarar Sirait memberikan bantuan senilai Rp5 miliar untuk mendukung pembangunan rumah tambahan di luar program 1.000 rumah dari Pemerintah Pusat.
Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Melki saat meninjau sejumlah wilayah terdampak gempa di Flores pada Sabtu-Minggu, 22-23 Agustus 2026, mulai dari Manggarai Raya, Ngada, Nagekeo, Ende hingga Sikka.
Peninjauan dilakukan dalam rangkaian agenda Gubernur Melki berkantor di Flores, dari Labuan Bajo hingga Maumere. Kehadiran langsung di wilayah terdampak membuat pemerintah dapat melihat kondisi warga, menyalurkan bantuan sekaligus menyerap kebutuhan masyarakat sebagai dasar percepatan pemulihan.
Menurut Melki, dukungan Pemerintah Pusat merupakan tindak lanjut rapat koordinasi pada 20 Agustus 2026 bersama Menteri PKP, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid serta pemerintah daerah dari tiga kabupaten yang mengalami dampak berat.
Dalam rapat tersebut, Pemerintah Pusat menyatakan komitmen memberikan bantuan stimulan perumahan swadaya untuk 1.000 rumah warga terdampak di Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo.
“Saya mewakili tiga bupati dan warganya yang terdampak, sebagai gubernur, mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri PKP yang sudah memberikan dukungan perumahan kepada kami,” kata Melki.
Ia menegaskan, kebutuhan hunian merupakan salah satu persoalan paling mendesak setelah gempa. Karena itu, penanganan diarahkan tidak hanya pada pembangunan rumah baru, tetapi juga perbaikan rumah warga yang masih memungkinkan untuk diselamatkan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











