“Semoga ini bisa membantu keluarga kita yang membutuhkan ataupun bisa segera memperoleh rumah yang layak untuk ditinggali dalam waktu yang lama,” ujarnya.
Melki juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Buddha Suci yang mengambil bagian dalam pemulihan warga terdampak dengan komitmen membangun 500 unit rumah baru.
“Yayasan Buddha Suci juga sudah berkomitmen untuk pembangunan 500 unit rumah baru,” ujar Melki.
Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pascagempa Flores tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. Kolaborasi Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, lembaga sosial, dunia usaha dan masyarakat menjadi kekuatan penting untuk mempercepat warga kembali memiliki hunian yang aman dan layak.
Melki juga mengapresiasi bantuan pribadi Maruarar Sirait senilai Rp5 miliar yang akan digunakan untuk membantu pembangunan rumah tambahan bagi warga terdampak, di luar 1.000 rumah yang mendapat dukungan Pemerintah Pusat.
“Terima kasih juga kepada Pak Tito Mendagri dan Pak Nusron Menteri ATR/BPN,” kata Melki.
Ia berharap seluruh komitmen tersebut segera diterjemahkan menjadi pekerjaan nyata di lapangan melalui koordinasi antara kementerian, Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten.
Bagi pemerintah daerah, percepatan pembangunan dan perbaikan hunian menjadi bagian penting dari pemulihan Flores, terutama bagi keluarga korban gempa di Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo yang menjadi sasaran utama tahap awal bantuan perumahan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











