Di tengah proses evakuasi, pelayanan korban dan pendataan kerusakan, ancaman gempa susulan masih membayangi masyarakat Flores. Berdasarkan data BMKG hingga Senin pagi, tercatat 6.409 kali gempa susulan setelah gempa utama terjadi.
Dari ribuan gempa susulan tersebut, BMKG mencatat gempa terbesar mencapai magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,1. Sebanyak 33 gempa susulan tercatat memiliki magnitudo 5 atau lebih, sementara 139 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih tetap berada di luar rumah. Bahkan warga yang rumahnya tidak terdampak maupun hanya mengalami kerusakan ringan masih diliputi kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya gempa berikutnya.
“Ini mengakibatkan sampai hari ke-8 terjadinya gempa Flores ini, masyarakat masih banyak yang takut, sehingga tetap mengungsi di luar rumah, meskipun rumah-rumahnya tidak terdampak atau rusak ringan,” ujar Suharyanto.
Meski demikian, aktivitas gempa susulan dalam beberapa hari terakhir menunjukkan kecenderungan menurun. Dalam 24 jam terakhir, hanya tercatat satu gempa yang dirasakan masyarakat. Pemerintah tetap mengimbau warga mengikuti informasi resmi BMKG dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan masih dapat berlangsung selama beberapa minggu ke depan sebelum berangsur semakin stabil. Karena itu, kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan, sementara pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus melanjutkan penanganan darurat, pemulihan fasilitas publik dan pendataan warga terdampak.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











