ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gempa Flores M7,7 Telan 100 Korban Jiwa, 180.327 Warga Masih Mengungsi

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
P 1
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko bersama korban gempa Flores di kamp pengungsian Nagekeo ( Ist )

KUPANG, fokusNusaTenggara.com  — Duka akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum berakhir. Hingga Senin (24/8/2026), jumlah korban meninggal dunia mencapai 100 orang, sementara 1.603 warga mengalami luka-luka dan 180.327 orang masih berada di lokasi pengungsian.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, peningkatan jumlah korban meninggal bukan seluruhnya berasal dari korban baru. Sebagian merupakan warga yang sebelumnya mengalami luka berat dan telah mendapat penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Sebelumnya, pada hari pertama dan kedua pascagempa, tercatat 48 orang meninggal dunia. Namun, jumlah tersebut bertambah setelah sejumlah korban yang mengalami luka berat akhirnya tidak berhasil diselamatkan.

Baca Juga :  Wakapolda NTT Cek Kesiapan Personel dan Peralatan Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

“Yang meninggal 100 ini adalah korban gempa yang semula luka berat, yang dirawat di fasilitas kesehatan, ini tidak berhasil diselamatkan. Sehingga yang semula di hari pertama, hari kedua, ada 48 yang meninggal dunia, angka per hari ini total menjadi 100 yang meninggal dunia,” kata Suharyanto dalam rilisnya ( 24/8).

Selain menelan korban jiwa, gempa juga meninggalkan kerusakan besar pada permukiman warga. BNPB mencatat sebanyak 73.818 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda.

Baca Juga :  Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Enam Korban Mati Mesin Diantara Tanjung Oesina dan Tanjung Usulain

Dari jumlah tersebut, sebanyak 23.276 rumah rusak berat, 17.563 rumah rusak sedang, dan 32.979 rumah mengalami rusak ringan. Kerusakan juga menerpa fasilitas publik yang menjadi penunjang kehidupan masyarakat.

BNPB mencatat sedikitnya 1.915 fasilitas umum terdampak, meliputi sekolah, rumah ibadah, kantor pemerintahan dan berbagai infrastruktur lainnya. Angka kerusakan tersebut masih dapat berubah karena proses pendataan dan verifikasi di lapangan terus berlangsung.

Baca Juga :  Inovasi Kapolda NTT Berbuah Rekor MURI Dunia, Terapi USEFT Layani 11.663 Peserta

Suharyanto menegaskan, data korban dan kerusakan yang disampaikan pemerintah masih bersifat sementara. Petugas terus melakukan verifikasi secara berjenjang dari tingkat kampung, RT, desa, kecamatan hingga kabupaten sebelum data tersebut dihimpun secara nasional.

6.409 Gempa Susulan

  • Bagikan