ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Yosef Lede: Kabupaten Kupang Sudah Swasembada Pangan, Kini Saatnya Beras Lokal Kuasai Pasar

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Swa
Bupati Yosef Lede tegaskan Kabupaen Kupang sudah Swasembada Pangan ( Ist )

Untuk memperkuat pasar beras lokal, Pemerintah Kabupaten Kupang menyiapkan dua langkah strategis. Pertama, menyusun regulasi agar aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah menggunakan Beras Kupang Emas sebagai bagian dari kebutuhan pangan keluarga.

Langkah kedua adalah mendorong seluruh toko ritel modern di Kabupaten Kupang menyediakan dan memasarkan Beras Kupang Emas maupun Beras Generasi Kupang Emas sehingga produk hasil panen petani lokal semakin mudah dijangkau masyarakat.

Direktur UD Karya Sukses, Syarifudin Mu’in, menjelaskan bahwa program pembinaan saat ini mencakup sekitar 1.500 hektare lahan pertanian. Selain itu, pihaknya juga mengembangkan pencetakan sawah mandiri seluas 120 hektare di Desa Nunkurus untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan daerah.

Baca Juga :  Bupati Kupang Minta Pejabat Yang Dilantik Harus Utamakan Hati Nurani Dalam Tugas Pengabdian

Pada tahap awal peluncuran, kata Syarifudin, telah tersedia sekitar 7.000 ton gabah dan 10 ton beras yang siap dipasarkan. Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi antara petani, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.

“Kami berharap kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Kupang terus diperkuat sehingga ekosistem pertanian semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Baca Juga :  Harper Kupang Kembali Hadirkan Kid Cooking Season 2

Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Desy Ballo, turut mengapresiasi lahirnya merek beras lokal tersebut. Menurutnya, Kabupaten Kupang sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di NTT, namun baru kini memiliki identitas produk beras sendiri yang dapat dibanggakan masyarakat.

Peluncuran Beras Kupang Emas dan Beras Generasi Kupang Emas pun menjadi lebih dari sekadar pengenalan produk. Momentum ini menandai komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang untuk menjaga swasembada pangan, memperkuat hilirisasi hasil pertanian, memperluas pasar produk lokal, sekaligus memastikan nilai tambah yang lebih besar kembali kepada petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian. ( Adv)

  • Bagikan