“Nusa Tenggara Timur selalu kami perhitungkan. Presentasi tadi menunjukkan begitu banyak potensi yang luar biasa. Kami ingin menjadi bagian dari kemajuan ini,” ujar Abdulla.
Ia menjelaskan bahwa hubungan bilateral antara Uni Emirat Arab dan Indonesia telah berlangsung selama hampir 48 tahun dan kini memasuki spektrum baru kerja sama di berbagai bidang, termasuk pariwisata, pendidikan, layanan kesehatan, dan ketahanan pangan.
“Kitalah yang mengendalikan kisah sukses hubungan kedua negara. Kita harus terus bekerja bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Dalam konteks pengembangan pariwisata, Abdulla menyebut bahwa proyek konservasi dan pengembangan ekosistem komodo akan menjadi fokus utama bantuan dana sebesar US$5 juta tersebut.
“Komodo membutuhkan ekosistem yang lebih baik, termasuk cara kita menampilkan dan melestarikannya. Kami juga akan melibatkan lembaga pendidikan lokal seperti Universitas Nusa Cendana untuk mendukung riset dan pengembangan ekosistem ini,” ujarnya.
Abdulla berharap kerja sama ini dapat segera direalisasikan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat NTT, terutama dalam meningkatkan kualitas pariwisata dan memperkuat posisi Pulau Komodo sebagai destinasi wisata dunia.
“Kami mendorong agar proyek ini segera berjalan. Proyek ini akan membawa dampak positif bagi pelestarian komodo dan kemajuan pariwisata di NTT secara menyeluruh,” tutupnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











