BELU, fokusnusatenggara.com — Pelaku usaha di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai mengembangkan abon dan bakso ikan untuk meningkatkan nilai jual hasil tangkapan nelayan.
Pengolahan tersebut dilakukan oleh Kelompok Babotek dan Tukubesi melalui pelatihan yang digelar Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemerintah Provinsi NTT, Jumat (12/6/2026). Peserta yang sebagian besar merupakan perempuan dilatih mengolah ikan yang sebelumnya lebih banyak dijual dalam kondisi mentah.
Ketua Kelompok Babotek Fersinha Do Santos mengatakan keterampilan pengolahan memberi peluang bagi masyarakat menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
“Selama ini kami hanya menjual ikan dalam bentuk mentah. Dengan pelatihan ini, kami bisa mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Fersinha.
Selain keterampilan produksi, kelompok usaha difasilitasi memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Legalitas tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuka akses pemasaran yang lebih luas. Salah satu pasar yang disasar adalah Timor Leste karena berbatasan langsung dengan Desa Silawan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











