ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov NTT Dorong Industri Rumput Laut, Petani Menanti Pendampingan Pengolahan Hasil Panen

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
Stefania
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Stefania Tunga Boro ( Ist )

KUPANG, fokusNusaTenggara.com  —  Harapan baru tumbuh di kalangan petani rumput laut di Nusa Tenggara Timur. Setelah bertahun-tahun menjual hasil panen dalam bentuk bahan baku, mereka kini menyambut langkah Pemerintah Provinsi NTT yang mulai mendorong hilirisasi agar komoditas tersebut diolah menjadi produk bernilai tambah di daerah.

Salah satunya disampaikan Markus Ludji, petani rumput laut asal Kabupaten Sabu Raijua. Ia mengapresiasi kebijakan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT yang tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mengarahkan petani menuju industri pengolahan.

“Kami menyambut baik upaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT. Harapan kami, pemerintah segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten supaya petani dibimbing mengolah rumput laut menjadi bahan pangan dan produk lainnya yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” kata markus, Sabtu (1/8/2026).

Baca Juga :  Prediksi Defisit APBN Rp 662 Triliun dan Bengkaknya Dana Makanan Bergizi Gratis

Menurut Sef, selama ini sebagian besar hasil panen petani dijual kepada pengepul untuk dikirim ke luar daerah atau diekspor dalam bentuk rumput laut kering. Kondisi itu membuat keuntungan terbesar justru dinikmati daerah yang telah memiliki industri pengolahan.

“Kalau hasil panen bisa kami olah menjadi produk siap jual, tentu pendapatan petani akan jauh lebih baik. Karena itu kami berharap ada pelatihan, pendampingan, dan dukungan peralatan sehingga kami tidak hanya menjadi pemasok bahan baku,” ujarnya.

Baca Juga :  Stok BBM Untuk NTT Aman

Aspirasi petani tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi NTT yang kini mempercepat pembentukan lima klaster budidaya rumput laut. Langkah itu diproyeksikan menjadi fondasi pengembangan industri dari hulu hingga hilir.

  • Bagikan