ADONARA,fokusnusatenggara.com — Sejumlah anak muda di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisiatif melestarikan budaya tenun ikat khas Lamaholot melalui pendirian Rumah Tenun Milenial Adonara. Inisiatif ini tidak hanya menjadi pusat kegiatan menenun, tetapi juga ruang edukasi budaya bagi generasi muda di daerah tersebut.
Rumah Tenun Milenial digagas oleh Mariana Tuto Demon yang sering disapa Ria Atasoge, perempuan muda asal Desa Gayak, Kecamatan Ile Boleng. Bersama anak-anak milenial lainnya, Ria Atasoge bertekad mempertahankan tradisi menenun yang telah diwariskan turun-temurun agar tidak tergerus oleh arus modernisasi.
Menurut Mariana, kegiatan di Rumah Tenun Milenial tidak terbatas pada proses pembuatan kain semata. Di tempat ini, para peserta juga belajar teknik memintal benang, mengikat motif, hingga mewarnai kain menggunakan bahan alami. Selain itu, mereka diajak memahami nilai filosofis yang terkandung dalam setiap motif tenun, yang menjadi identitas masyarakat Lamaholot dan Adonara.
“Melalui Rumah Tenun Milenial, kami ingin membuktikan bahwa budaya menenun di Adonara tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda. Anak-anak muda di sini sangat antusias belajar, dari memintal hingga mengikat dan mewarnai benang,” ujar Mariana Tuto Demon pendiri Rumah Tenun Milinela Adonara, belum lama ini
Salah satu karya unggulan yang terus dilestarikan adalah Kewatek, kain tenun tradisional Lamaholot yang dibuat sepenuhnya dengan tangan. Bagi masyarakat setempat, Kewatek tidak hanya sekadar kain, tetapi simbol kehormatan dan martabat perempuan Lamaholot.
“Kewatek ini ditenun dengan teknik turun-temurun dari nenek kami. Selain keindahan, kain ini mencerminkan kekuatan dan kehormatan perempuan Lamaholot,” tutur Mariana pemilik Rumah Tenun milenial Adonara .
Rumah Tenun Milenial juga memproduksi berbagai jenis kain dengan motif dan harga yang bervariasi, tergantung tingkat kerumitan dan bahan yang digunakan. Berikut kisaran harga kain tenun di rumah produksi tersebut:
Tenapi: Rp 800.000
Tuka Dulan: Rp 500.000
Tenopo: Rp 700.000
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











