ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Milenial Adonara Lestarikan Tenun Ikat Lamaholot Lewat Rumah Tenun Milenial

Avatar photo
Reporter : CR 1Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

ADONARA,fokusnusatenggara.com —  Sejumlah anak muda di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisiatif melestarikan budaya tenun ikat khas Lamaholot melalui pendirian Rumah Tenun Milenial Adonara. Inisiatif ini tidak hanya menjadi pusat kegiatan menenun, tetapi juga ruang edukasi budaya bagi generasi muda di daerah tersebut.

Rumah Tenun Milenial digagas oleh Mariana Tuto Demon yang sering disapa Ria Atasoge, perempuan muda asal Desa Gayak, Kecamatan Ile Boleng. Bersama anak-anak milenial lainnya, Ria Atasoge bertekad mempertahankan tradisi menenun yang telah diwariskan turun-temurun agar tidak tergerus oleh arus modernisasi.

Menurut Mariana, kegiatan di Rumah Tenun Milenial tidak terbatas pada proses pembuatan kain semata. Di tempat ini, para peserta juga belajar teknik memintal benang, mengikat motif, hingga mewarnai kain menggunakan bahan alami. Selain itu, mereka diajak memahami nilai filosofis yang terkandung dalam setiap motif tenun, yang menjadi identitas masyarakat Lamaholot dan Adonara.

Baca Juga :  OJK Siapkan Direktorat Khusus Pengawasan Bank Digital Perkuat UMKM dan Keuangan Syariah

“Melalui Rumah Tenun Milenial, kami ingin membuktikan bahwa budaya menenun di Adonara tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda. Anak-anak muda di sini sangat antusias belajar, dari memintal hingga mengikat dan mewarnai benang,” ujar Mariana Tuto Demon pendiri Rumah Tenun Milinela Adonara, belum lama ini

Salah satu karya unggulan yang terus dilestarikan adalah Kewatek, kain tenun tradisional Lamaholot yang dibuat sepenuhnya dengan tangan. Bagi masyarakat setempat, Kewatek tidak hanya sekadar kain, tetapi simbol kehormatan dan martabat perempuan Lamaholot.

Baca Juga :  AirAsia QZ8501: Hingga hari keenam, jumlah korban yang ditemukan 10

“Kewatek ini ditenun dengan teknik turun-temurun dari nenek kami. Selain keindahan, kain ini mencerminkan kekuatan dan kehormatan perempuan Lamaholot,” tutur  Mariana pemilik Rumah Tenun milenial Adonara .

Rumah Tenun Milenial juga memproduksi berbagai jenis kain dengan motif dan harga yang bervariasi, tergantung tingkat kerumitan dan bahan yang digunakan. Berikut kisaran harga kain tenun di rumah produksi tersebut:

Baca Juga :  BI NTT Umumkan Pengaturan Operasional Perbankan Selama Libur Idul Fitri 2026

Tenapi: Rp 800.000

Tuka Dulan: Rp 500.000

Tenopo: Rp 700.000

  • Bagikan