ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Milenial Adonara Lestarikan Tenun Ikat Lamaholot Lewat Rumah Tenun Milenial

Avatar photo
Reporter : CR 1Editor: ANTON TAOLIN
  • Bagikan

Pewarna Alami: Rp 1.500.000

Kiwan: Rp 2.000.000

Penetot: Rp 350.000

Campuran: Rp 1.000.000

Lepan: Rp 450.000

Harga dapat berbeda tergantung pada motif, bahan benang, dan tingkat kerumitan proses penenunan. Semakin halus hasil tenunan dan semakin rumit motifnya, semakin tinggi pula nilai jual kain tersebut.

Upaya pelestarian budaya ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Flores Timur. Pemerintah daerah memberikan penghargaan kepada Rumah Tenun Milenial atas kontribusinya dalam melestarikan tenun ikat khas Lamaholot.

Baca Juga :  Grand Opening Gerai “Sang Pisang” Milik Kaesang Di Kupang

“Kami juga terus mempromosikan karya-karya ini ke tingkat nasional agar semakin dikenal masyarakat luas,” tambah Mariana.

Kini, Rumah Tenun Milenial Adonara berkembang menjadi destinasi edukasi budaya yang terbuka bagi pelajar maupun wisatawan. Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses menenun, mempelajari makna motif, serta mengenal bahan pewarna alami seperti daun tarum, kulit kayu, dan akar mengkudu.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda NTT Gelar Gerakan Pangan Murah, 2 Ton Beras Ludes Terjual di Desa Bolok 

Melalui semangat generasi muda Adonara, benang-benang tradisi Lamaholot terus dirajut agar tidak terputus oleh arus modernisasi. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa warisan tenun ikat khas Flores Timur akan tetap hidup, menenun kembali identitas dan kebanggaan budaya lokal

  • Bagikan