Pewarna Alami: Rp 1.500.000
Kiwan: Rp 2.000.000
Penetot: Rp 350.000
Campuran: Rp 1.000.000
Lepan: Rp 450.000
Harga dapat berbeda tergantung pada motif, bahan benang, dan tingkat kerumitan proses penenunan. Semakin halus hasil tenunan dan semakin rumit motifnya, semakin tinggi pula nilai jual kain tersebut.
Upaya pelestarian budaya ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Flores Timur. Pemerintah daerah memberikan penghargaan kepada Rumah Tenun Milenial atas kontribusinya dalam melestarikan tenun ikat khas Lamaholot.
“Kami juga terus mempromosikan karya-karya ini ke tingkat nasional agar semakin dikenal masyarakat luas,” tambah Mariana.
Kini, Rumah Tenun Milenial Adonara berkembang menjadi destinasi edukasi budaya yang terbuka bagi pelajar maupun wisatawan. Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses menenun, mempelajari makna motif, serta mengenal bahan pewarna alami seperti daun tarum, kulit kayu, dan akar mengkudu.
Melalui semangat generasi muda Adonara, benang-benang tradisi Lamaholot terus dirajut agar tidak terputus oleh arus modernisasi. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa warisan tenun ikat khas Flores Timur akan tetap hidup, menenun kembali identitas dan kebanggaan budaya lokal
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











