Manager UPT Kupang, Muhammad Husen, menyebut kehadiran para teknisi perempuan ini sebagai wajah baru emansipasi.
“Mereka bukan hanya profesional, tapi juga inspiratif. Di medan seperti ini, dibutuhkan fisik, ketelitian, dan komitmen. Dan mereka hadir dengan semua itu. Inilah Kartini modern, yang tidak hanya memperjuangkan hak, tapi ikut menjaga infrastruktur strategis bangsa,” ujarnya.
F.Eko Sulistyono General Manager PLN UIW NTT mengungkapkan,” Saat ini di PLN sudah banyak sekali srikandi-srikandi yang menempati posisi-posisi strategis, ini membuktikan bahwa perempuan bukan kaum yang lemah namun kaum yang kuat dan mampu bersaing dengan laki-laki, Emansipasi yang di pelopor oleh Ibu Kartini mampu mengangkat kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam upaya membanguan bangsa dan negara,” Ungkapnya.
Menjadi perempuan di dunia teknik bukan pilihan mudah. Tapi bagi teknisi ini, justru dari situlah semangatnya tumbuh. Ia ingin membuktikan bahwa perempuan tidak hanya bisa bersuara, tapi juga bertindak, bahkan di Gardu-Gardu listrik yang jauh dari sorotan.
Kisahnya menjadi pengingat bahwa emansipasi tak selalu lahir di ruang seminar atau layar televisi, tapi juga dari lapangan terbuka, dari langkah kaki di tanah timur Indonesia, dan dari tangan yang bekerja demi terang banyak orang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











