Selain pengaturan distribusi, perusahaan juga akan melakukan pembersihan rutin pada kawasan tangkapan air dan sumber mata air yang menjadi penopang utama pasokan air bersih di Kabupaten Kupang.
Joni menjelaskan, upaya tersebut bertujuan menjaga kualitas sekaligus keberlanjutan sumber air selama musim kemarau, sehingga kapasitas produksi air tetap terjaga.
Di sisi lain, perusahaan meningkatkan pengawasan terhadap jaringan perpipaan yang sebagian besar telah berusia lebih dari dua dekade. Jaringan yang sudah tua dinilai memiliki risiko kebocoran yang lebih tinggi sehingga memerlukan pemantauan dan perawatan secara berkala.
“Kami terus memonitor jaringan perpipaan, terutama di kawasan padat penduduk yang rawan terjadi kebocoran. Sebagian jaringan yang ada saat ini memang sudah berusia 20 hingga 30 tahun sehingga membutuhkan perhatian khusus,” ujarnya.
Saat ini PERUMDA Air Minum Kabupaten Kupang mengandalkan 24 sumber air yang terdiri dari mata air dan sumur dalam untuk melayani pelanggan di seluruh wilayah operasional.
Dengan dukungan sumber air tersebut serta penerapan teknologi smart panel untuk mengatur distribusi air, perusahaan optimistis kebutuhan pelanggan tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami sistem distribusi yang akan diterapkan. Berdasarkan evaluasi yang kami lakukan, potensi sumber air yang tersedia masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan sepanjang musim kemarau apabila dikelola dengan baik,” kata Joni
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











