ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Angkasa Pura Indonesia Hadirkan Pengalaman Pelanggan Berbasis Budaya di Bandara El Tari Kupang

Avatar photo
Reporter : Dicky TaunaisEditor: ANTONIUS TAOLIN
  • Bagikan
SA
Kolaborasi Seni dan Pelayanan, Bandara El Tari Gandeng Sanggar Nusa Lino Tingkatkan Pengalaman Penumpang ( Ist )

KUPANG, FokusNusaTenggara.com – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) melalui Bandar Udara Internasional El Tari Kupang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa. Salah satunya melalui kegiatan Upskilling for Aviation yang digelar bersama Sanggar Nusa Lino sebagai bagian dari penguatan budaya pelayanan yang ramah sekaligus memperkaya pengalaman pelanggan.

Program yang berlangsung pada Senin (20/7/2026) itu tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas layanan kebandarudaraan, tetapi juga menghadirkan nuansa budaya khas Nusa Tenggara Timur sebagai identitas yang menyambut setiap penumpang sejak tiba di bandara.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah Bandara El Tari dalam menghadirkan pelayanan yang lebih humanis. Selain sebagai simpul transportasi udara, bandara juga diharapkan menjadi etalase budaya yang memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi NTT kepada wisatawan maupun masyarakat yang datang.

Baca Juga :  H-3 Lebaran Pergerakan Penumpang di Bandara Internasional El Tari Kupang Naik 27 Persen

Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) melalui pemberdayaan komunitas seni dan budaya lokal agar terus berkembang dan memperoleh ruang untuk berkarya.

General Manager Bandar Udara Internasional El Tari Kupang, Teguh Darmawan Saiman, mengatakan peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari aspek operasional, tetapi juga dari kenyamanan serta pengalaman yang dirasakan pelanggan selama berada di bandara.

Baca Juga :  Bandara Internasional El Tari Kupang Salurkan Hewan Kurban Iduladha Untuk Masjid di Kabupaten Kupang 

“Melalui kegiatan Upskilling for Aviation ini, kami ingin menunjukkan bahwa pengembangan sektor penerbangan dapat berjalan beriringan dengan upaya melestarikan dan mengangkat budaya lokal. Bandar udara sebagai gerbang suatu daerah memiliki peran strategis untuk memperkenalkan karakter, kearifan lokal, dan kekayaan budaya kepada masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Nusa Tenggara Timur,” ujar Teguh.

Baca Juga :  Bandara El Tari Kupang dan Kementerian Haji Siap Sambut Kepulangan Jamaah Haji NTT

Menurutnya, kehadiran pertunjukan seni budaya di lingkungan bandara menjadi nilai tambah yang mampu memberikan kesan hangat sekaligus memperkuat citra pelayanan yang berorientasi pada pelanggan.

  • Bagikan